Simalungun | Kompasnasional.com
Sekawanan orang tak dikenal beraksi di Kafe Anjas, Jalan Asahan Km 8 Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Simalungun. Di bawah ancaman senjata api, perampok yang diperkirakan berjumlah 6 menyikat peralatan elektronik di kafe itu, serta perhiasan yang dipakai para korbannya.
Di antaranya adalah sebuah organ tunggal (keyboard) merk Yamaha 950, satu set sound system, tiga handphone,masing-masing Advan, Nokia 610 dan Nokia Type 110, serta kalung emas beserta mainannya dan dua buah cincin. Akibat aksi kawanan perampok itu, pemilik kafe mengalami kerugian yang ditaksir Rp30 jutaan. Tak hanya itu, pemilik dan pekerja kafe itu juga mengalami trauma.
Informasi dihimpun koran ini di sekitar lokasi, peristiwa itu terjadi, Selasa (11/10) sekira pukul 03.00 WIB. Awalnya komplotan perampok itu masuk ke ke Kafe Anjas dengan cara merusak gembok yang terpasang di pintu utama kafe, kemudian membongkar kunci pintu yang terhubung ke kamar.
Menurut saksi mata bernama Siska (28) yang ditemui pukul 15.00 WIB kemarin, para penghuni kafe sempat terkejut sekira pukul 03.00 WIB saat pintu kamar tiba-tiba didobrak kawanan perampok. Begitu masuk, salah seorang pelaku berpostur tubuh kurus langsung mengacungkan senjata api.
“Jangan ada yang teriak!” terang Siska menceritakan apa yang didengarnya saat kejadian, sembari mengatakan pria itu bersama pria lain yang ikut masuk sembari memegang alat pemukul dari batangan besi.
Siska menambahkan, setelah itu para pelaku menggeledah semua isi kamar dan perhiasan yang terpasang di badan para korban. Saat itu ada tiga pekerja wanita yang sedang beristirahat di sana dan seorang anak kecil.
“Semuanya takut. Semua pasrah saja dan tak berani melawan. Lalu mereka mengambil barang dan perhiasan,” jelas wanita bernama asli Siska Permata Sari, Warga Simpang Dalek, Kampung Pala, Serdang Bedagai, tersebut.
Namun begitu, Siska sempat berusaha melakukan perlawanan. Ketika komplotan itu hendak mengambil barang berharga dari kamarnya, Siska sempat berontak dan hendak berteriak meminta pertolongan. Namun upaya yang dilakukannya gagal setelah salah seorang pelaku yang memegang senjata api memukulkan gagang pistol ke kepala Siska.
“Ketika mereka hendak mengambil handphone, saya sempat berontak dan hendak berteriak. Tapi perampok itu akhirnya memukul kepala saya pakai senjata apinya. Akhirnya saya pasrah saja karena takut,” katanya lagi menceritakan.
Tak hanya itu, parahnya para pelaku hendak memerkosanya. Beruntung hal itu tak sampai terjadi setelah anak salah seorang temannya menangis.
“Saya dan seorang teman saya hendak diperkosanya. Untung saja anak teman saya menangis dan mereka panik, kemudian buru-buru keluar kamar dan bergegas pergi,” ujar Siska yang mengaku masih trauma dengan kejadian itu.
“Cuma sekira 30 menit mereka beraksi, tapi semua barang berharga berhasil dibawa. Sayang, kami tak tahu mereka naik mobil apa dan jenis mobilnya. Sebab kami hanya di dalam kamar dan ketakutan semua,” tukasnya.
Mendengar kafe miliknya disantroni perampok, Hariani (28) Warga Nagori Bahgunung, Kecamatan Bandar Huluan, Simalungun, yang merupakan pemilik kafe, langsung mendatangi tempat usahanya sekira pukul 05.00 WIB.
“Aku ditelepon tadi pagi sama tetangga kafeku. Dia bilang kafeku disantroni maling. Jadi aku datang buru-buru kemari,” kata wanita yang akrab disapa Ani ini, di lokasi kejadian.
Saat tiba di sana, Ani melihat kondisi kafe sudah berantakan.
“Sementara itu semua orang di sini menangis dan ketakutan. Barang-barang di kafe juga sudah tidak ada lagi di tempatnya, terutama keyboard dan sound system,” tuturnya.
Selanjutnya, pagi itu juga Ani dan rekan-rekannya mendatangi Mapolsek Bangun untuk membuat laporan pengaduan.
Kapolsek Bangun AKP Hatopan Silitonga melalui Kanit Reskrim Iptu Juni H membenarkan adanya peristiwa itu.
“Korbannya sudah membuat laporan pengaduan. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan para saksi-saksi, selanjutnya kami lakukan penyelidikkan,” kata Juni. (kn/ms)






