Home / Arsip / Arsip 2016 / Korupsi

Selasa, 27 September 2016 - 12:25 WIB

Dugaan Korupsi Dana Pemeliharaan JPO

Viewer: 557
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 34 Detik

Jakarta – Kompasnasional.com

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terdapat di Pasar Minggu, Jakarta Selatan tiba-tiba roboh saat terhempas angin kencang saat hujan. Janggal, aparat mencoba menelisik mengapa jembatan yang belum lama digunakan itu sudah memakan korban.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan memerintahkan jajarannya mengusut adanya dugaan korupsi dalam pemeliharaan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) tersebut.

“Saya sudah perintahkan kapolres. Itu kan jembatan harusnya kan ada biaya maintenance,” ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Polisi usut dugaan korupsi

Polda akan meminta kejelasan dari pihak yang bertanggungjawab mengenai apakah ada biaya perbaikan bagi JPO. Jika dalam penelusurannya ditemukan adanya biaya perbaikan, maka indikasi adanya korupsi sudah dapat terlihat.

“Kenapa tidak dilakukan maintenance terjadi kerusakan sehingga menyebabkan ada angin, keropos, jatuh dan menimpa orang. Itu yang akan kami dalami,” ungkap Iriawan.

Namun, jika ada anggaran untuk perbaikan dan telah dilakukan maintenance secara berkala, polisi menyelidik adanya dugaan lain.

“Kalau nanti ada unsur kesengajaan kita minta pertanggungjawaban,” ungkap Iriawan.

Tak ada perawatan berkala

Pengamat Tata Kota Nirwono Yoga meragukan mengenai telah dilakukannya maintenance secara berkala yang dilakukan oleh pemporv DKI. Karena dalam 15 tahun terakhir, setiap musim peralihan atau pancaroba yang diikuti angin kencang telah mengakibatkan sejumlah kejadian seperti pohon tumbang, robohnya papan reklame dan yang terbaru robohnya JPO.

“Jadi tidak ada hal yang baru. Yang jadi masalah adalah tidak ada upaya yang cukup serius dari pemprov untuk mengantisipasi papan reklame dan JPO,” kata Nirwono.

Salahkan baliho

Menjawab tudingan tersebut Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta masih menelisik penyebab pasti robohnya jembatan saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Dugaan sementara, angin kencang membebani baliho yang terpasang di rangka besi pagar jembatan. Selain itu, komponen jembatan keropos hingga terkoyak diterpa badai.

Baca Juga  BNN Blokir Rp8 Miliar Dana Bandar Togiman

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak membantah banyaknya jembatan penyeberangan di Jakarta yang sudah dalam kondisi uzur.

“Karena JPO-nya sudah tua,” kata Ahok, kemarin.

Ahok menjelaskan, hampir seluruh jembatan penyeberangan di Jakarta pembangunannya dilakukan melalui kerja sama dengan swasta. Tidak heran, bila di pagar jembatan penyeberangan selalu terdapat papan reklame sebagai kompensasi pembangunan oleh pihak swasta.

Adanya dugaan papan reklame turut menjadi biang kerok musibah robohnya jembatan, kata Ahok, Pemprov sudah membuat aturan baru dalam Peraturan Gubernur agar tidak ada lagi iklan di JPO.

“Tapi masalahnya ada beberapa kontrak yang belum selesai,” ujarnya.

Perbaikan JPO di Jakarta

Ahok kemudian mencontohkan JPO yang berada di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Ke depannya, Ahok mengimbau kepada Dinas Perhubungan dan Transportasi sebagai penanggung jawab keberadaan JPO agar merekonstruksi seluruh JPO seperti yang ada di Bundaran HI.

“Jadi JPO harusnya terbuka. Tidak boleh ada dinding yang menahan angin. Dari sisi keamanan juga mengantisipasi kalau terjadi perampokan dan pelecehan,” tegas Ahok.

Berdasarkan data Dishubtrans DKI, jumlah JPO di Jakarta ada sekitar 307 jembatan. Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Andri Yansyah mengaku sedang melakukan pengecekan dalam dua hari ke depan.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Dana BTT, 6 Jam Bupati Dicecar Jaksa

Menurut Andri, perawatan dan pemeliharaan JPO ini dianggarkan setiap tahun. Namun, dia tidak menyebutkan berapa jumlah anggarannya. Kata dia, salah satu kendala yang terjadi sejak lama dalam hal perawatan adalah ketiadaan koordinasi yang baik antar pihak terkait dan stakeholder lainnya, baik pengembang, termasuk masyarakat terkait pentingnya JPO.(kn/rn)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Huawei Honor Note 8 Meluncur Dengan Ukuran Layar 6,6 Inci Awal Agustus

Arsip

Saksi: Anggota Brimob Ditusuk di Bagian Leher

Arsip

Pakai BBG, Pengemudi Bajaj Gas Bawa Pulang Rp 300.000 Per Hari

Arsip

Maret 2016, Nilai Impor Indonesia Tembus USD 11,29 Miliar

Arsip

Pamer Cincin, Rossa dan Afgan Syahreza Tunangan?

Arsip

Pencuri Mobil Syekh Ali Jaber Cium Tangan, Didoakan Bertobat

Arsip

Harga Rkok Naik, Edies Adelia Minta Para Pria Agar Tidak Heboh

Arsip

Jakarta Tenggelam 2030, Ini yang Dilakukan Jokowi