Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Medan / Nasional

Selasa, 30 Agustus 2016 - 14:10 WIB

Proyek Diduga Tanpa Pengawasan

Viewer: 628
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 41 Detik

kompasnasional.com | MEDAN

Ternyata bukan hanya proyek pembangunan di tingkat kabupaten saja yang biasanya luput dari pengawasan karena tempatnya agak terpencil dan lokasinya sulit untuk dijangkau, akan tetapi proyek di Perkotaan ternyata juga bisa tanpa pengawasan.

Misalkan saja proyek pembuatan drainase atau pembuatan Parit Beton di  Jalan Muhammad Basir, Kelurahan Rengas Pulau  Kecamatan Medan Marelan Kota Medan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja  Daerah  (APBD) tahun 2016 diduga tidak sesuai spek juklak dan juknis sehingga diduga sarat dengan unsur manipulasi data.

“Proyek Parit beton tersebut jelas terlihat tidak sesuai dengan bestek dan sudah melanggar Peraturan,” keluh warga setempat.

Ironisnya, plang proyek juga tidak dipasang pemborong. Pemborong diduga dengan sengaja membiarkan pekerja lapangan melakukan kecurangan tanpa komentar sedikitpun terhadap pekerjanya.

Baca Juga  Dipicu Api Cemburu, IRT Dipukuli Suami Hingga Berdarah-darah

“Pemborong terkesan tidak mau tahu dengan hasil yang akan dicapai diakhir pekerjaan proyek Drainase tersebut,” tandas warga.

Pantauan Awak Media di lapangan melihat banyak kejanggalan saat pengerjaan proyek drainase tersebut. Diantaranya campuran semen tidak sesuai dengan Peraturan Beton Indonesia (PBI) Tahun 1971 – Campuran untuk Cor tidak sesuai dengan Spesifikasi, sehingga tidak jelas untuk beton ‘K’ apa yang dipakai’. Ketebalan taludnya pun tidak sesuai. Kejanggalan lainnya ialah pekerjaan parit Beton tanpa pengawasan dari PU maupun konsultan pengawas.

Dan banyak kejanggalan-kejanggalan lainnya saat pengerjaan proyek pembuatan drainase paket dari Dinas Bina Marga Kota Medan tersebut.

Sang Pemborong saat ditemui awak media, Kamis (25/8/2016) di lokasi proyek tidak bisa menjelaskan ketebalan talud yang dikerjakannya.

Baca Juga  Anies Baswedan Rekrut Pandji Pragiwaksono Jadi Jubir Pemenangan

“Saya hanya pemborong pengerjaan proyek drainase ini dan untuk teknisnya semua diatur oleh atasan,” ujarnya.

Ternyata bukan hanya proyeknya saja yang bermasalah, tetapi Sang Pengawas pun bermasalah, karena pada saat pengecoran tidak berada di lokasi proyek.

Terpisah AS, selaku pengawas proyek drainase tersebut saat di temui awak media di jalan Pasar I Medan Marelan mengaku baru saja pulang dari luar kota dan tidak mengetahui hal itu.

“Saya baru pulang dari luar kota, nanti akan saya cek pengerjaan proyek itu,” sebutnya enteng.

Warga meminta kepada pihak Pekerjaan Umum Bina Marga Kota Medan, agar segera turun ke lapangan melihat dan mengaudit pekerjaan proyek drainase tersebut (Zamal)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

‍KPUD Simalungun Butuh Dana Rp 12 M, Pemkab Berencana Menyiapkan dalam Bentuk Barang

Arsip

PT Top Growth Futures Diduga Gelapkan Miliaran Rupiah Dana Nasabah

Berita

Suntik Vaksin Tahap I Kepada Wartawan Kabupaten Melawi*

Berita

Kasus Perizinan Meikarta, KPK Panggil Asisten Perekonomian Pemprov Jabar

Berita

Jaga Harkamtibmas, Sat Samapta Polres Melawi Gelar Patroli Dialogis dan Patroli Mobile 

Berita

Perjalanan Anies-Sandi Mewujudkan Rumah DP 0 yang Dulu Diragukan…
Dituduh Berzina, Wanita Ini di Lempari Batu Hingga Tewas oleh ISIS-kompasnaional

Arsip

Dituduh Berzina, Wanita Ini di Lempari Batu Hingga Tewas oleh ISIS

Berita

Pembagian BLT Tahap ke III di Nagori Karang Rejo, Lancar dan Tertib