Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Medan / Nasional

Selasa, 30 Agustus 2016 - 14:10 WIB

Proyek Diduga Tanpa Pengawasan

Viewer: 618
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 41 Detik

kompasnasional.com | MEDAN

Ternyata bukan hanya proyek pembangunan di tingkat kabupaten saja yang biasanya luput dari pengawasan karena tempatnya agak terpencil dan lokasinya sulit untuk dijangkau, akan tetapi proyek di Perkotaan ternyata juga bisa tanpa pengawasan.

Misalkan saja proyek pembuatan drainase atau pembuatan Parit Beton di  Jalan Muhammad Basir, Kelurahan Rengas Pulau  Kecamatan Medan Marelan Kota Medan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja  Daerah  (APBD) tahun 2016 diduga tidak sesuai spek juklak dan juknis sehingga diduga sarat dengan unsur manipulasi data.

“Proyek Parit beton tersebut jelas terlihat tidak sesuai dengan bestek dan sudah melanggar Peraturan,” keluh warga setempat.

Ironisnya, plang proyek juga tidak dipasang pemborong. Pemborong diduga dengan sengaja membiarkan pekerja lapangan melakukan kecurangan tanpa komentar sedikitpun terhadap pekerjanya.

Baca Juga  Pemkab Taput Perjuangkan Tapal Batas Daerah, Luruskan Fakta di Masyarakat.

“Pemborong terkesan tidak mau tahu dengan hasil yang akan dicapai diakhir pekerjaan proyek Drainase tersebut,” tandas warga.

Pantauan Awak Media di lapangan melihat banyak kejanggalan saat pengerjaan proyek drainase tersebut. Diantaranya campuran semen tidak sesuai dengan Peraturan Beton Indonesia (PBI) Tahun 1971 – Campuran untuk Cor tidak sesuai dengan Spesifikasi, sehingga tidak jelas untuk beton ‘K’ apa yang dipakai’. Ketebalan taludnya pun tidak sesuai. Kejanggalan lainnya ialah pekerjaan parit Beton tanpa pengawasan dari PU maupun konsultan pengawas.

Dan banyak kejanggalan-kejanggalan lainnya saat pengerjaan proyek pembuatan drainase paket dari Dinas Bina Marga Kota Medan tersebut.

Sang Pemborong saat ditemui awak media, Kamis (25/8/2016) di lokasi proyek tidak bisa menjelaskan ketebalan talud yang dikerjakannya.

Baca Juga  Pergi Berlebaran, Wako Pontianak Imbau Warga Pastikan Rumah Dalam Keadaan Aman

“Saya hanya pemborong pengerjaan proyek drainase ini dan untuk teknisnya semua diatur oleh atasan,” ujarnya.

Ternyata bukan hanya proyeknya saja yang bermasalah, tetapi Sang Pengawas pun bermasalah, karena pada saat pengecoran tidak berada di lokasi proyek.

Terpisah AS, selaku pengawas proyek drainase tersebut saat di temui awak media di jalan Pasar I Medan Marelan mengaku baru saja pulang dari luar kota dan tidak mengetahui hal itu.

“Saya baru pulang dari luar kota, nanti akan saya cek pengerjaan proyek itu,” sebutnya enteng.

Warga meminta kepada pihak Pekerjaan Umum Bina Marga Kota Medan, agar segera turun ke lapangan melihat dan mengaudit pekerjaan proyek drainase tersebut (Zamal)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wujudkan Program PLN Peduli, PLN UP3 Pematangsiantar Berikan Sambungan Listrik Gratis

Berita

Perkuat Kerjasama, Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan Kepala BRI Cabang Pontianak

Berita

Tiga Tahun Berlalu, Beginilah Nasib Bayi Malang yang Dibuang di Kolong Jembatan Setelah Diadopsi Bupati Karawang, Wajah Gantengnya Jadi Sorotan!

Berita

Kejari Samosir Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Pengelolaan Jasa Pelabuhan Simanindo

Berita

Peraturan Pemerintah: Lepas Status WNI Kena Tarif Rp 5 Juta

Arsip

Hamid Pulang ke Rumah Sehari Setelah Dikubur, Keluarga dan Tetangga Panik

Berita

Pontianak Dua Kali Juara Umum Lomba PKK-KKBPK-KES

Berita

Gubernur H.Sutarmidji Harap IPSI Berprestasi di Tingkat Nasional