Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Internasional / Nasional / Teknologi

Senin, 29 Agustus 2016 - 14:25 WIB

iPhone Anda bisa diretas?

Viewer: 722
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Cacat pada sistem operasi iOS Apple telah ditemukan sehingga memungkinkan peretas untuk menaruh spyware pada iPhone sasaran ketika sang pemilik iPhone tersebut mengeklik tautan yang dikirim.

Kecacatan pada sistem operasi iOS pertama kali terungkap setelah seorang pengacara hak asasi manusia memberi tahu dua perusahaan keamanan teknologi informasi (IT) tentang pesan teks yang diterimanya dari orang tak dikenal.

Dua perusahaan keamanan IT yang diberitahu, Citizen Lab dan Lookout, tidak bersedia mengungkap secara rinci temuan mengenai kecacatan pada sistem operasi iOS sampai Apple melakukan pembenahan.

Baca Juga  Tak Hanya Lebih Menular, Varian Baru Virus Corona Inggris Disebut Lebih Mematikan

Namun, secara garis besar, mereka menemukan tiga cacat yang sebelumnya tidak diketahui pada sistem pengodean Apple.

Apple disebut telah memutakhirkan peranti lunak iPhone untuk mengatasi masalah pada sistem operasi.

Sejak saat itu Apple memutakhirkan peranti lunak iPhone untuk mengatasi masalah ini.

Pengacara bernama Ahmed Mansoor menerima pesan teks pada iPhone-nya pada 10 dan 11 Agustus.

Isi pesan tersebut berjanji akan mengungkapkan “rahasia” orang-orang yang diduga disiksa di penjara Uni Emirat Arab (UEA) jika Mansoor membuka tautan yang tertera.

Akan tetapi, Mansoor tidak membukanya. Dia justru menghubungi dua perusahaan keamanan IT.

Baca Juga  Bupati Kapuas Hulu Melonching Layanan Pembayaran PBB dan BPHTB online

Jika dia nekad membuka tautan tersebut, menurut Citizen Lab, iPhone-nya akan bisa disusupi peranti lunak oleh sang pengirim tanpa sepengetahuannya.

“Begitu terinfeksi, ponsel Mansoor akan menjadi mata-mata digital dalam sakunya. Kamera dan mikrofon pada iPhone-nya akan bisa diakses untuk memata-matai lingkungan di sekitar peranti tersebut,” kata Citizen Lab.

Tak hanya itu, iPhone milik Mansoor akan bisa merekam percakapan Whatsapp dan mengintip semua pesan teks, dan melacak semua pergerakan tanpa Mansoor pernah sadar.

Para peneliti keamanan IT meyakini spyware itu diciptakan NSO Group, sebuah perusahaan Israel di bidang ‘perang siber’ (bbc|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Aksi ‘Teror’ Kepala Babi Dikabarkan Sudah Dua Kali Terjadi

Berita

Buka KTT ASEAN 2023, Jokowi: Dengan Persatuan, Kita Mampu Jadi Pemain Sentral
Pulang Berlebaran, Fatmawati Tak Berdaya Dicegat Begal-kompasnasional

Arsip

Pulang Berlebaran, Fatmawati Tak Berdaya Dicegat Begal

Arsip

Satu Kompi Kopassus Selamatkan Satu Batalyon TNI Dari Sergapan Musuh

Berita

Saat Kunjungan tim Wasrik di Korem 121/Abw tetap terapkan protokol kesehatan secara ketat.

Berita

382 WBP Lapas Kelas IIA Pematang Siantar Kanwil Kemenkumham Sumut Kembali Terima Vaksin

Berita

Wali Kota Padang Sidempuan Buka Musorkot KONI Tahun 2022

Berita

KPU Toba Tetapkan Bupati/Wakil Bupati Terpilih Hasil Pilkada 2020