Home / Arsip / Arsip 2016 / Internasional / Reviews

Selasa, 9 Agustus 2016 - 13:55 WIB

Takut Ditembak Mati Terkait Narkoba, Puluhan Pejabat Filipina Serahkan Diri

Viewer: 564
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 10 Detik

Puluhan pejabat di Filipina menyerahkan diri setelah Presiden Rodrigo Duterte secara terbuka mengaitkan mereka dengan perdagangan narkoba.

Pada Selasa (8/8/2016), BBC melaporkan, pihak-pihak yang telah menyerahkan diri di antaranya adalah sejumlah wali kota dan komandan polisi.

Sementara itu, sebagian lagi dari pejabat yang namanya telah dipublikasikan karena diduga terlibat narkoba telah menyampaikan protes dan menyatakan diri mereka tidak bersalah.

Beberapa lainnya mempertanyakan keputusan Presiden yang menyebutkan nama dan mempermalukan orang-orang yang diduga bersalah sebelum menyampaikan bukti pendukung.

Baca Juga  Junta Myanmar Makin Brutal, Para Menlu ASEAN Siap Bicara Blak-blakan

Hari sebelumnya, Associated Press, melaporkan, Duterte memublikasikan 150 nama hakim, wali kota, anggota parlemen, polisi, dan tentara yang terlibat perdagangan narkoba di negeri itu.

Duterte kemudian memerintahkan orang-orang yang disebutnya itu untuk menyerahkan diri atau menerima konsekuensinya.

Presiden Duterte juga menonaktifkan para personel kepolisian dan militer yang terlibat perdagangan narkoba dari jabatannya dan meminta senjata orang-orang itu dicabut.

Semua jenis pengawalan terhadap para pejabat negara yang terindikasi terlibat dalam perdagangan narkoba pun telah ditarik dari mereka.

Meski Duterte telah menegaskan, kepala badan peradilan Filipina memerintahkan para hakim di dalam daftar tersebut untuk tidak menyerahkan diri, kecuali diberikan surat perintah penangkapan.

Baca Juga  Malaysia Bebaskan 19 Nelayan Yang Tak Sengaja Langgar Wilayah

Saat kampanye kepresidenannya, Duterte berjanji akan menegakkan ketertiban umum dan keamanan, termasuk memberantas peredaran narkoba.

Duterte mengatakan, dia akan menerapkan kebijakan tembak di tempat bagi tersangka penjahat yang melawan atau menolak untuk ditangkap.

Kongres juga telah didesak Duterte agar memberikan persetujuan untuk penerapan kembali hukuman mati dengan cara digantung (kmp|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Penumpang Dilarang Bercanda Soal Bom di Bandara

Arsip

Bola panas polemik gedung baru DPR dilempar ke pemerintah

Berita

Idrus Marham Jadi Korbid DPP Golkar, Rangkap Jabatan di Kabinet

Arsip

Portugal Sudah Siapkan Strategi Taklukkan Kroasia

Arsip

Cerita Audi Marissa dan Pola Makan Yang Berantakan

Arsip

Pelantikan Panwaslih Labusel

Berita

Tidak Boleh Ada Perayaan Valentine di Aceh

Internasional

India Tuduh China Culik 5 Warga Sipil di Perbatasan Himalaya