Home / Arsip / Arsip 2016 / Internasional / Reviews

Selasa, 2 Agustus 2016 - 12:03 WIB

Prancis Menutup 20 Masjid Dengan Alasan Sebar Radikalisme

Viewer: 542
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

Pemerintah Prancis sejak Desember 2015 hingga Juli 2016 ternyata telah menutup paksa 20 masjid. Tempat ibadah kaum muslim yang ditutup dianggap menyebarkan paham radikal kepada para jamaah.

“Tidak ada tempat bagi para penghasut serta penebar kebencian di masjid-masjid negara ini,” kata Bernard Cazeneuve, Menteri Dalam Negeri Prancis seperti dilansir Kantor Berita AFP, Senin (1/8).

Cazeneuve mengklaim penutupan ini sudah sesuai aturan hukum serta aturan perundang-undangan yang berlaku. Dia menyatakan hak-hak kaum muslim beribadah tak dibatasi. Sasaran utama kebijakan ini adalah masjid serta mushalla yang dinilai menyebar paham kebencian, radikalisme, serta mendorong jamaah untuk mengikuti organisasi teror.

“Sudah 20 masjid yang kami tutup, akan ada beberapa (masjid) lagi menyusul,” kata Cazeneuve.

Baca Juga  Persija Jakarta Gagal Melaju ke Final Piala AFC 2018

Dewan Perwakilan Umat Muslim Prancis (CFCM) menyatakan ada lebih dari 2.500 masjid dan mushalla tersebar di seluruh wilayah Negeri Anggur itu. Dari pendataan Dewan Muslim, 120 di antaranya memang dicurigai mengajarkan salafisme radikal, menjurus pada anjuran kekerasan serta kebencian.

Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls, telah berkoordinasi dengan Dewan Ulama Prancis untuk menghentikan aliran dana pembangunan masjid dari sumber-sumber terindikasi radikal. Kebijakan ini disetujui oleh mayoritas ulama serta anggota dewan muslim.

“Ke depan pembangunan masjid atau mushalla baru akan memakai dana dari pelaku industri halal,” kata Anouar Kbibech, juru bicara Dewan Muslim Prancis seperti dilansir Aljazeera.

Baca Juga  Diduga Dokter Lalai, Bayi Pasien BPJS Meninggal di RSUP Malalayang

Tekanan pada umat muslim Prancis meningkat, setelah sepanjang delapan bulan terakhir terjadi beberapa kali serangan teror dilakukan oleh militan radikal mengatasnamakan Islam. Akhir bulan lalu, dua simpatisan ISIS menggorok seorang pendeta hingga tewas di gereja katolik Kota Saint-Etienne.

Merespon sentimen negatif terhadap umat muslim, digelar solidaritas lintas agama di Saint-Etienne oleh warga beragama Islam. Umat muslim ikut misa mengenang Romo Jacques Hamel (84) yang menjadi korban pembunuhan militan. Selain itu, 41 tokoh muslim Prancis melansir deklarasi yang menyatakan kesiapan mereka berasimilasi serta mendukung nilai-nilai dianut Prancis yang demokratis (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Prada Ichsan Ditahan Usai Insiden Polisi ‘Nyangkut’ di Kap Mobilnya

Berita

Penghulu Tak Berani Nikahkan, Pernikahan Anak 12 Tahun batal di Sulsel

Arsip

Pilot Hercules Jatuh Sosok Penerbang Andal Merangkap Instruktur

Berita

Kisah Soes Toer, Adik Pramoedya Ananta Toer yang Kini Jadi Pemulung
3 Mesin Judi Ketangkasan Diangkut Polres Labuhanbatu-KompasNasional

Arsip

3 Mesin Judi Ketangkasan Diangkut Polres Labuhanbatu

Arsip

Presiden Jokowi Tuding Ada Aktor Politik Tunggangi Aksi Demo

Berita

Jokowi Ingin Motor Kustom Buatan Anak Indonesia Diekspor

Berita

Operasi Patuh Toba 2018,Polisi Catat Pelanggaran Banyak Dilakukan Pengendara Sepeda Motor