Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Ekonomi / Internasional / Reviews

Senin, 25 Juli 2016 - 14:47 WIB

Remaja Ini Tolak Tawaran Bisnis Senilai Rp 393 Miliar

Viewer: 574
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 32 Detik

Taylor Rosenthal, remaja berusia 14 tahun, hampir memperoleh uang US$ 30 juta atau sekitar Rp 393 miliar (Asumsi kurs Rp 13.112 per dolar Amerika Serikat) berkat idenya membuat vending machine.

Sayangnya, remaja ini menolak penawaran dari salah satu perusahaan alat kesehatan karena dirinya tidak ingin ide bisnisnya dijalankan perusahaan lain. Dia ingin membesarkan bisnisnya sendiri. Taylor juga mengakui perjanjian yang ditawarkan perusahaan tersebut tidak memberi keuntungan banyak bagi dirinya.

Mengutip dari Daily Mail, seperti ditulis Minggu (24/7/2016) Taylor adalah seorang penemu dan pendiri dari perusahaan start-up RecMed yang fokus pada pengembangan teknologi di bidang kesehatan.

Salah satu produk yang terkenal adalah RecMed vending machine¸sebuah vending machine khusus untuk obat-obatan P3k.

Baca Juga  PERINGATI HUT KE-76, PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA DAERAH II/SRIWIJAYA GELAR DONOR DARAH

Dia terinspirasi membuka usaha ini ketika dirinya mengikuti kelas kewirausahaan di sekolahnya. Awalnya, Taylor mengaku ide tentang vending machine P3K hadir ketika teman-temannya tidak berhasil menemukan obat P3K ketika seseorang terluka di permainan baseball.

“Apakah Anda pernah pergi ke taman hiburan dan anak Anda terjatuh dan terluka di lutut? Jika iya, apakah Anda harus berjalan ke pintu gerbang untuk mencari obat-obatan P3K?,” tanya Taylor.

Siswa sekolah Opelika meyakini hadirnya RecMed dapat membantu permasalahan tersebut. Hal ini terbukti dengan investasi taman hiburan Six Flags yang mencapai US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,3 miliar untuk pembelian 100 vending machinenya.

Baca Juga  Peringati Hari Jadi Kodam ke-63, Pangdam XII/Tpr Pimpin Bhaksos Dengan Bersepeda*

Sejak penemuan vending machine tahun lalu, bisnis Taylor masih berkembang pesat. “Ini adalah hal yang menakjubkan melihat Taylor dari tahun lalu dengan kepercayaan dirinya menjadi seorang pebisnis,” kata Clarinda Jones, guru Taylor.

“Bahkan dengan segala kesuksesannya, dia tetap sopan dan bergaul dengan teman-temannya,” tambah Clarinda.

Taylor sendiri masih mengembangkan RecMed dibantu orangtuanya yang berprofesi di bidang medis. RecMed vending machine menjual berbagai obat-obatan dan peralatan P3K, dengan harga dari US$ 5,99 atau sekitar Rp 78ribu hingga US$ 15,95 atau sekitar Rp 209 ribu (lpt|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Ketua TP. PKK Tapanuli Utara Berharap Kelak Warga Binaan Rutan Tarutung Menjadi Saksi Kuasa Tuhan.

Berita

Kodam XII/Tpr Terima Bantuan Dari Yayasan Buddha Tzu Chi Untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Kalbar

Berita

Banyak Korban Patah Tulang, Dokter Ortopedi Lebih Dibutuhkan di Lombok

Berita

Sekda Provinsi Kalbar Uji Kompetensi 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Arsip

Gaji Karyawan Pabrik Roti Garden akan Sesuai UMK

Berita

Menyambut Natal, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Bersama Warga Bersihkan Makam Di Perbatasan.

Berita

Bupati Kapuas Hulu menghadiri Rakor TKDD Tahun 2022

Berita

Vandiko: Pembentukan Staf Khusus untuk Akselerasi Pelaksanaan Kebijakan Daerah