Kompasnasional | Pusat perbelanjaan atau mal akan kembali dibuka saat new normal. Staf Khusus Wakil Presiden Ikhsan Abdullah memberikan saran terkait hal ini.
Ia mengingatkan agar saat kembali dibuka, pengelola mal maupun pasar harus mematuhi protokol kesehatan. Baik itu pedagang dalam skala kecil maupun besar. “Mulai pedagang kecil sampai dengan pedagang skala besar, akan tetapi wajib hukumnya mereka tetap menjalankan protokol kesehatan,” kata Ikhsan dilansir Republika, Jumat (5/6).
Menurutnya, mal dan pasar merupakan sendi perekonomian yang menghidupi masyarakat banyak. Sebelum dibuka, pengelola mal diminta untuk memastikan kebersihan di tempatnya. “Menyediakan alat-alat kesehatan seperti tempat mencuci tangan, sabun, hand sanitizer, dan masker,” katanya.
Sebagian besar pusat perbelanjaan telah tutup sejak pandemi COVID-19 guna menekan penyebaran virus. Oleh sebab itu, Ikhsan mengimbau agar pengelola mal melakukan pendataan ulang terkait barang-barang yang mereka jual. Barang yang dijual, terlebih dahulu harus dipastikan layak edar, mengingat sudah sekitar 3 bulan mal tidak beroperasi. Khususnya komoditas makanan.
“Pasti banyak barang-barang rusak terutama produk dairy, daging olahan, minuman dan makanan kaleng, bakeries dan lain-lain,” tutur Ikhsan. “Yang masuk kategori barang yang masa hidupnya tidak lama.”
Untuk memastikan perlindungan terhadap masyarakat maka pengawasan harus dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. Bahkan aparat akan dikerahkan jika memang dibutuhkan. “Bila diperlukan maka Polisi dan TNI dapat dilibatkan untuk menjaga disiplin,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan jika perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kali ini merupakan masa transisi menuju new normal. Anies menyatakan jika mal akan dibuka kembali selama masa transisi ini.
Selain mal, Anies juga menyebutkan pertokoan, retail, showroom dan usaha lainnya yang berdiri sendiri atau stand alone bisa dibuka kembali mulai pekan kedua bulan ini. Nantinya, toko-toko ini wajib menerapkan ganjil genap yang akan dibuka bergantian. Adapun pembukaan itu akan disesuaikan gilirannya berdasarkan nomor toko. (WK/Red)








