Jakarta – kompasnasional.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Polri melakukan reformasi internal dalam menjalankan tugasnya. Korps Bhayangkara juga diminta menjaga kekompakan dan soliditas internal.
“Ke depan tugas Polri akan semakin berat. Tapi saya yakin Polri akan mampu hadapi tugas itu. Syaratnya ada dua, pertama, menjaga kekompakan, menjaga soliditas internal Polri.
Yang kedua, niat kita untuk mereformasi diri,” kata Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam buka puasa bersama di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (1/7).
Jokowi menekankan, reformasi Polri sangat penting dilakukan di seluruh tingkatan. Reformasi diminta Jokowi dilakukan mulai dari sistem rekrutmen hingga pelayanan ke masyarakat.
(Bersambung ke halaman 15)
“Mulai dari sistem rekrutmen hingga pelayanan Polri di masyarakat. Mulai dari perubahan mental, sampai perubahan perilaku anggota Polri. Muaranya adalah perilaku yang lebih profesional, lebih berintegritas dan bertanggungjawab,” sambungnya.
Dengan cara tersebut, Jokowi meyakini kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan semakin besar. Peningkatan pola kerja dan pelayanan Polri akan menunjukkan perubahan citra Polri untuk pengabdian terhadap rakyat.
“Perubahan itu betul-betul konkret dan nyata terhadap pengabdian Polri kepada rakyat. Tidak ada lagi pungutan, tidak ada lagi makelar kasus, tidak ada lagi diskriminasi dalam upaya penegakkan hukum dan perlindungan masyarakat,” sambung dia.
Selain itu Polri diminta meningkatkan sinergi dengan lembaga penegak hukum lain. Dengan begitu, para penegak hukum dapat bekerja sama menuntaskan perkara-perkara hukum dengan maksimal.
“Sebagai Bhayangkara negeri yang tidak kalah penting adalah keikhlasan Polri untuk menekan ego sektoral dan meningkatkan kerja sama antar lembaga, dengan KPK, dengan Kejaksaan. Kejahatan hanya bisa diperangi, kejahatan hanya bisa diberantas apabila kita bersatu,” katanya.
“Semoga di hari Bhayangkara yang ke-70, Polri semakin andal, dicintai rakyat dan dicintai masyarakat dan reformasi internal Polri berputar semakin cepat,” tutur Jokowi.
Terimakasih Atas Dukungannya
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti akan segera pensiun. Badrodin menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. “Melalui kesempatan ini kami ingin sampaikan terimakasih dan penghargaan kepada Bapak Presiden dan Wapres atas dukungan terhadap Polri selama ini,” kata Badrodin
Badrodin menyampaikan ini depan Jokowi dan JK dalam acara buka puasa bersama dan syukuran HUT Bhayangkara ke-70 di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (1/7).
Badrodin juga mengungkapkan syukur atas dukungan pemerintah berupa peningkatan kesejahteraan anggota polisi, peningkatan anggaran, pembentukan Polda Sulbar, serta penguatan Densus dan intelijen Polri.
Badrodin mengakui masih banyak kekurangan dalam kepemimpinannya. “Berbagai upaya selama ini belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Mohon Maaf atas kekurangan Polri. Polri akan terus upaya konsisten untuk diperbaiki,” urainya.
Menagih Janji
Polri merayakan ulang tahun ke-70 di 1 Juli ini. Perayaan hari lahir Polri ini bertepatan dengan beralihnya tongkat komando dari Jenderal Badrodin Haiti ke Komjen Tito Karnavian.
Harapan membuncah, ketika masyarakat sudah bergerak di era digital dengan aneka media sosial, tentu Polri juga harus ikut berubah. Era transparansi dan profesionalitas kini mesti dikedepankan. Dan tak lupa humanis.
“Untuk serius mereformasi diri agar menjadi institusi penegak hukum yang independen, profesional, transparan, akuntabel dan humanis yang mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Desakan tersebut merujuk pada terus meningkatnya laporan dan pengaduan masyarakat terhadap buruknya kinerja kepolisian ke LBH dari tahun ke tahun,” kata Direktur LBH Jakarta, Alghiffari Aqsa, Jumat (1/7).
Menurut dia, selama ini reformasi kepolisian masih jalan di tempat. Selama ini Kepolisian nampak tidak serius untuk membenahi pola kerjanya. Kinerja penegakan hukum kepolisian memburuk, kasus salah tangkap, kriminalisasi dan penyiksaan terus berulang dengan intensitas yang meningkat.
Sebagai perbandingan, pada 2015, Komnas HAM mencatat selama tiga tahun berturut turut polisi adalah institusi teratas yang dilaporkan masyarakat kepada Komnas Ham terkait dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia.
Pengaduan terhadap kinerja Polri yang tertinggi adalah terkait hak untuk memperoleh keadilan (3.252 berkas aduan), hak atas rasa aman (646 berkas aduan ) dan hak atas kesejahteraan (3.252 berkas aduan).
“Melalui momentum hari Kepolisian Nasional ke-70 yang jatuh pada hari ini, Jumat, 1 Juli 2016 dan terpilihnya Kapolri yang baru, LBH Jakarta mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk serius berbenah mereformasi diri agar menjadi institusi penegak hukum yang humanis, independen, profesional, transparan, dan akuntabel,” urai dia.
“LBH Jakarta juga berharap Kepolisian Republik Indonesia berupaya keras menjadi polisi sipil yang amanah mengemban tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dengan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, bukan sebaliknya,” tutup Alghif.(dac/kpn)







