kompasnasional.com
Siantar – Tidak hanya sebagai lokasi pengamanan arus lalu lintas maupun sebagai lokasi pelayanan para pemudik, namun Pos Pengamanan (PAM) juga melakukan tes urine bagi para supir bus. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan ketika supir tengah membawa penumpang di dalam bus yang dikemudikannya.
Pantauan wartawan, Jumat (1/7), tes urine terhadap supir bus terlihat dilakukan di Pos PAM yang berada di Jalan Parapat persisnya disamping jembatan timbang Simpang Dua, Kecamatan Siantar Marihat. Bus-bus yang melintas di lokasi itupun diberhentikan guna dilakukan tes urine terhadap supir bus.
Beberapa petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Siantar serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Siantar terlihat memeriksa urine para supir bus. Selain itu, di lokasi tersebut juga terlihat personel Polres Siantar, Brimob Subden 2B Pematangsiantar, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Siantar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Siantar serta Dinas Kesehatan.
Ditemui di lokasi itu, Ahmad Yani Damanik, Kepala BNN Kota Siantar menjelaskan bahwa kegiatan tes urine untuk para supir bus itu sudah dilakukan sejak Kamis (30/6) kemarin dan akan berakhir pada Senin (4/7) mendatang.
“Sudah mulai kemarin kita lakukan ini. Kita gelar mulai pagi sampai sore hari. Program ini juga dilakukan di seluruh Indonesia. Satu Pos PAM, satu lokasi tes urine. Kalau di Siantar, di sinilah tempatnya,” jelasnya.
Ahmad Yani melanjutkan bahwa supir yang dites urinenya yakni supir-supir yang membawa bus antar Kabupaten dan Kota.
“Kalau supir angkot dan supir mobil pribadi tidak,” lanjutnya.
Dan hasilnya, dari sejumlah supir bus yang diperiksa, dua diantaranya positif menggunakan narkoba jenis ganja. Keduanya yakni Riston Siallagan, warga Sidikalang yang merupakan supir bus Sinar Sepadan jurusan Tarutung-Tanjung Balai dan Roy Hutabarat, warga Tarutung yang merupakan supir bus Palapa Jaya jurusan Tarutung-Medan.
“Semalam nggak ada yang positif. Kalau hari ini ada dua orang,” ungkapnya.
Untuk kedua supir bus tersebut, pihak BNN pun merehabilitasinya.
“Yang positif akan kita rehabilitasi. Kalau ada supir cadangannya, bisa langsung dibawa bus nya. Tapi kalau nggak ada, bisa juga mandornya yang mengambil,” ujarnya.
Hal itu, kata Ahmad Yani, dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan lalu lintas.
“Itu kita lakukan untuk mendeteksi para supir, untuk menghindari supaya tidak terjadi kecelakaan. Antisipasi juga kita lakukan,” pungkasnya.
Masih di lokasi yang sama, dr Marojahan Nainggolan, Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Kota Siantar mengatakan bahwa pihaknya juga memberikan pelayanan kesehatan di lokasi Pos PAM tersebut.
“Puskesmas juga kita turunkan. Ada dua shift, yang pertama jam 8 sampai jam 1 siang dan jam 1 siang sampai jam 6 sore,” terangnya.
Untuk itu, pihak Dinas Kesehatan Kota Siantar pun menyediakan obat-obatan untuk para pemudik.
“Ada juga kita sediakan obat untuk masyarakat yang mudik. Itu juga akan membantu kenyamaanan dan keamanan serta keselataman pemudik. Supir juga harus memperhatikan kesehatannya. Memikirkan bahwa dengan membawa penumpang yang banyak, kesehatan harus diperhatikan,” jelasnya.
“Hari ini saja ada kita jumpai pemudik yang menderita darah tinggi serta gula darah. “Untuk orang yang terkena penyakit, kita memberikan pengobatan dan pemeriksaan gratis,” imbuhnya.
Sementara itu, AKP Paulus Simamora, Kepala Pos PAM Simpang Dua mengutarakan bahwa kegiatan pengamanan di Pos PAM tersebut sudah berlangsung sejak Kamis (30/6) dan berakhir pada Jumat (15/7).
“Sampai saat ini arus lalu lintas masih lancar. Belum ada kemacetan. Dalam pengamanan inipun, semua berperan. Ada Satpol PP, Dishub, Brimob, BNN, Dinas Kesehatan dan PMI,” paparnya.(kn-ms)








