Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal

Sabtu, 4 Juni 2016 - 17:12 WIB

Terduga Penganiaya Serda Septian yang Berujung Kematian Berpangkat Mayor

Viewer: 604
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 42 Detik

KompasNasional.com

Bandung – Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Mohammad Syafii mengatakan Serda Septian Wahyu Sarjono, siswa Sekolah Kejuruan Dasar Listrik dan Elektronika (Sejursarlislek) angkatan 42 Skadron Pendidikan (Skadik) 203, tewas setelah mengikuti apel malam pada Kamis (2/6/2016). Septian sempat dirawat semalam di RS Salamun. Dia diduga dianiaya oleh seorang pengasuh inisial Mayor pnb TBP.

“Selaku komandan Lanud Sulaiman, merasa sedih atas kejadian meninggalnya anak saya sekaligus siswa saya atas nama Serda Septian Wahyu Sarjono, siswa Sejursarlislek. Saya juga turut berduka cita sedalam-dalamnya terhadap keluarga almarhum. Saya akan menyampaikan hal yang menjadi kewenangan saya,” ujarnya saat jumpa pers di Lanud Sulaiman, Jalan Terusan Kopo, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/6/2016).

Menurutnya pada Kamis malam (2/6), dilakukan apel malam sekitar pukul 22.00 WIB.

” Dan diambil oleh pengasuhnya. Dari proses apel malam itu lah, yang bersangkutan mengeluh sakit, tidak sadar, lalu ada tindakan medis. Dibawa ke RS Sulaiman lalu dirujuk ke RS salamun, bertahan satu hari, meninggal Jumat malam pukul 19.30 WIB,” ujar Syafii.

Soal dugaan korban dianiaya, Syafii menyatakan hal itu masih diselidiki. Apakah benar ada pemukulan?

“Andai saya melihat sendiri, mungkin saya bisa katakan iya. Tapi ini sedang kita kembangkan,” jawab.

Ditanya bagaimana hasil pemeriksaan dokter, Syafii tidak menjawabnya dengan jelas. Ia hanya menyatakan terjadi penurunan fungsi organ tubuh korban sehingga meninggal.

“Saya hanya menerima laporan lisan saja dari dokter, kondisinya terus drop. Fungsi otak, paru-paru, ginjal, terus menurun. Begitu saja,” ujarnya.

Sementara itu, pengasuh yang diduga melakukan penganiayaan saat ini sedang diperiksa oleh POM. “Ya ada saksi-saksi siswa dan pengasuh lainnya,” katanya.

“Sesuai instruksi pimpinan pada saya, kasus ini diselidiki. Kalau ditemukan tindakan instruktur yang tidak sesuai prosedur, akan ditindaklanjuti sesuai aturan. Apakah ada tindak pidana atau tidak, nanti hasilnya,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengasuh yang diduga menganiaya Septian bertugas di Akademi Angkatan Udara (AAU). Keberadaannya di Lanud Sulaiman tengah membimbing siswa pendidikan kursus paradasar terjun payung militer. Jadi Mayor Pnb TBP bukan pengasuh langsung korban.

“Terduga (pengasuh) memang bukan di bawah Lanud Sulaiman” ujar Syafii.
(kn/ds/ern/dra)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  Ini Alasan Elma Theana Pilih Kabur dari Gatot Brajamusti

Share :

Baca Juga

Arsip

Kabar Duka, Oon Project Pop Meninggal Dunia

Arsip

Masjid Kristal, Rumh Ibadah Paling Indah di Asia

Arsip

Menunggu Kopassus Menyusup ke Markas Abu Sayyaf

Kriminal

Nasib Aulia Kesuma dan Putranya Geovanni Kelvin, Langsung Tutup Wajah saat Divonis Hukuman Mati

Kriminal

Kronologi Oknum Polisi Tembak Teman Kencan di Pekanbaru, Pelaku Lepaskan 3 Tembakan

Arsip

Blackberry DTEK50 (Neon) Akan Meluncur Pada Agustus Mendatang, Ini Spesifikasinya!

Arsip

Pengasuh Cekik Balita Hingga Tewas Hanya Karena Terganggu Saat Merokok

Arsip

Ryamizard Sebut 40 Anggota Abu Sayyaf Tewas Diserbu Militer Filipina