Home / Arsip / Arsip 2016 / Internasional

Jumat, 29 April 2016 - 12:32 WIB

Dituduh Mata-mata oleh Korut, Warga AS Dihukum 10 Tahun Kerja Paksa

Viewer: 503
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

KompasNasional.com

Jakarta– Korea Utara menjatuhkan hukuman 10 tahun kerja paksa terhadap seorang warga AS dengan tuduhan mata-mata, demikian lapor kantor berita China Xinhua.

Korut menyebut, orang itu adalah Kim Dong-chul, seorang warga negara AS keturunan Korea yang lahir di Korea Selatan, yang ditangkap Oktober lalu.

Kim muncul di depan wartawan di Pyongyang bulan lalu membuat ‘pengakuan,’ bahwa dibayar oleh Korea Selatan untuk melakukan spionase.

Pada bulan Maret, seorang mahasiswa AS dijatuhi hukuman kerja paksa 15 tahun untuk perbuatannya mencoba mencuri papan propaganda dan ‘pidana terhadap negara.’

  • PBB akan sikapi uji rudal Korut terbaru
  • Warga AS mengaku mencuri rahasia militer Korut
  • Pastor Kanada dipaksa kerja delapan jam sehari di Korut
  • Curi plang propaganda Korut, mahasiswa AS dihukum 15 tahun kerja paksa
Baca Juga  Wakil Presiden Jusuf Kalla akan Berkunjung ke Danau Toba

Hukuman kerja paksa dijatuhkan di tengah ketegangan tinggi, terkait serangkaian tes rudal serta uji coba nuklir keempat di bulan Januari, yang keduanya dianggap melanggar sanksi PBB.

Pyongyang berusaha untuk meluncurkan dua rudal balistik jarak menengah pada hari Kamis (29/4) memaksa Dewan Keamanan PBB untuk melangsungkan sidang darurat.

Rudal tersebut diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 3.000 km, yang berarti bisa mencapai Jepang atau Guam yang merupakan wilayah AS.

Kim Dong Chul

Kim Dong-chul sempat muncul di televisi, mengaku ‘dibayar Korea Selatan untuk melakukan spionase.’

Kim Dong-chul sempat muncul di televisi, mengaku ‘dibayar Korea Selatan untuk melakukan spionase.’

Pengamat berspekulasi bahwa Pyongyang sedang meningkatkan pengembangan program senjata menjelang Kongres Partai Buruh pada bulan Mei, kongres yang pertama dalam hampir 40 tahun.

Baca Juga  Hina BPK, Ahok bisa Dijerat Pasal Penghinaan Lembaga Negara

Korut mengumumkan pekan ini bahwa kongres akan berlangsung pada 6 Mei.

Langkah itu dimaksudkan untuk memperkuat kekuasaan pemimpinnya Kim Jong-un, dan dunia mengawasi secara cermat untuk melihat indikasi perubahan politik dan pernyataan tentang ambisi nuklir Korea Utara.(kn/ds)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

China memperingatkan kemerdekaan Taiwan ‘berarti perang’ usai gelar latihan tempur

Arsip

Penyebab Kematian Leluhur Manusia Terpenting “Lucy” Terungkap!

Arsip

Pemkab Asahan Dukung Peningkatan Profesionalitas Wartawan

Arsip

Selama Ini Warga Mampu Disubsidi Listrik Rp 105.000 per Bulan

Arsip

Ahok Usul Sylvi Praperadilan Jika Curiga Kasus Dana Hibah Politis

Arsip

Innalillahi, Julia Perez Tutup Usia di Bulan Suci

Arsip

Kemunculan SBY dan Seabrek Kritik Untuk Rezim Jokowi-JK

Arsip

Ini jurus pemerintah tingkatkan kualitas tenaga kerja di sektor kemaritiman