Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal

Kamis, 28 April 2016 - 14:09 WIB

Kasus Aborsi di Bekasi, Polisi Menemukan Tulang di Septic Tank

Viewer: 523
0 0
Terakhir Dibaca:46 Detik

KompasNasional.com

Unit Krimsus Polresta Bekasi Kota, mencari barang bukti kasus dugaan aborsi di sebuah klinik di Jalan Juanda, Kecamatan Bekasi Timur. Polisi melibatkan jasa sedot WC untuk mencari janin di dalam septic tank.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, sudah dua kali mobil sedot WC menyedot septic tank di sebuah kamar kecil seperti indekos. Sedotan pertama tak ditemukan apa-apa. Saat kedua kalinya, petugas menemukan tulang. Belum jelas apakah itu tulang manusia atau bukan.

“Ini masih butuh pengujian, jangan disimpulkan dulu ya,” kata petugas identifikasi saat mengambil tulang tersebut, Kamis (28/4).

Seperti diberitakan, polisi mengungkap kasus itu dilaporkan oleh dua orang warga, A dan M. Di mana keduanya mendapatkan informasi bahwa klinik di depan terminal Bekasi itu melakukan praktik aborsi.

Baca Juga  Ketahuan Curi Helm, Pemuda Tewas Dihakimi Warga

Polisi yang mendapatkan laporan segera melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi mendapatkan kebenaran tentang kasus itu. Namun, kini masih dalam penyelidikan. Hingga saat ini belum ada keterangan dari pihak kepolisian soal kasus itu (mdk|dwk)

Baca Juga  Jokowi Akan Resmikan Irigasi Lakkut Siborna
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Harga Emas Antam Naik Rp 1000 per Gram

Arsip

Menkeu Sri Mulyani janjikan jaga APBN 2018 dari pemborosan dan korupsi

Kriminal

Mayat Meliyanti Ditemukan dengan Posisi Duduk dalam Lemari Kamar Hotel

Kriminal

Dituntut 20 Tahun Penjara, Catherine Wilson Didakwa Pasal Berlapis

Arsip

Kasus Pasien Meninggal Usai Dibius, Obat Anestesi Dicabut Izin Edar
KPK Bidik Koruptor di Daerah Penghasil Migas-KompasNasional

Arsip

KPK Bidik Koruptor di Daerah Penghasil Migas

Arsip

Kereta Peluru Malaysia-Singapura, Jepang Potensi Kalahkan China

Arsip

Sosok Pembela PSK Kalijodo yang Berani Ancam Kombes Krishna Murti