Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi

Selasa, 26 April 2016 - 15:27 WIB

Harga Karet Sudah Tembus Rp 13.500 Hingga 15.500 per Kg, Petani Karet pun menjadi Lega

Viewer: 1276
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 49 Detik

KompasNasional.com

Lama terpukul oleh rendahnya harga, akhirnya petani karet kini kembali semringah karena harga karet menunjukkan tren kenaikan.

Di pasar lelang se-Kabupaten Bungo, ‎setelah pada Selasa (19/4) harga kadar karet kering (K3) mencapai Rp 13.500, Rabu (20/4/2015) harganya meroket menjadi Rp 15.400 per kilogram.

Angka ini dinilai fantastis jika dibanding dua tahun terakhir yang hanya di kisaran Rp 6.000‎ per kilogram.

Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Bungo, Syarif menyebut peningkatan harga ini terjadi sejak sepekan terakhir.

“Seminggu lalu ada rapat koordinasi di Novita Hotel di Jambi. Ada orang Kementerian, petani, tauke dan pihak-pihak terkait, sejak saat itu dengan sendirinya harga karet naik,” jelas Syarif kepada Tribun, kemarin.

Sekretaris Eksekutif Gapkindo, Hatta menyebut bahwa harga karet saat ini sudah tembus pada 1,5 dolar AS $ atau sekitar Rp 20 ribu per kilogram. Itu, kata dia, harga ekspor.

“Kalau harga karet bersih di Jambi baru Rp 15.400 per kilogramnya,” kata Hatta.

Tapi, seengaknya, harga tersebut sewaktu-waktu bisa berubah. Ia tetap berharap sekalipun berubah tapi perubahannya berupa kenaikan harga.
Naiknya harga karet yang sebelumnya di harga Rp 10 ribu itu dikarenakan ada kebijakan baru.

Ekspor dari tiga negara yaitu Thailand, Malaysia dan Indonesia stoknya dikurangi hingga 3.000 ton untuk tiga bulan pertama ini.
“Dunia mengurangi kuotanya, jadi harga bisa meningkat dari yang sebelumnya,” katanya.
Target dari Gapkindo, hingga Agustus mendatang, Indonesia bisa mengurangi stok hingga 600 ton.
Dengan demikian, harga karet akan semakin tinggi, dan petani bisa kembali tersenyum.
Sementara itu Syarif bilang, naiknya harga karet sudah berdampak langsung ke aktivitas jual beli di pasar.
“Insya Allah ekonomi masyarakat kita meningkat, terlebih harga kebutuhan pokok stabil karena stok terpenuhi. Beberapa bahkan turun harga seperti cabai dan bawang,” tukasnya.
Pemkab berharap tren positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat ini terus berlanjut. Yang paling penting ‎kini petani karet harus terus menjaga kualitas produksi.
Petani karet pun sangat bahagia atas peningkatan harga di pasar lelang. Mereka berharap harga ini terus berlanjut sehingga lepas dari lilitan ekonomi.
“Kita sudah dua tahun kesulitan karena harga karet rendah sekali, benar-benar menjerit. Bahkan banyak kawan tidak motong (nyadap) lagi. Kenaikan seperti inilah yang kami tunggu-tunggu,” sebut seorang petani, Rudiansyah. (kn/knc/zha/zak)
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  KPK Periksa Tiga Pejabat Mahkamah Agung Terkait Kasus Suap Andri Tristianto

Share :

Baca Juga

Arsip

PDIP Sebut Ahok Lebih Parah dari Sopir Bajaj, Kok Bisa?

Berita

Harga Daging Ayam Meroket, Pedagang Ancam Mogok

Arsip

TNI Yakin Bisa Bebaskan 10 WNI Dari Tangan Abu Sayyaf

Arsip

Sidang ke-30 Pembunuhan Mirna, JPU Beri Tanggapan Pleidoi Jessica

Berita

Saat Jokowi Cari “Lawan” Sawit dengan Jengkol Hingga Petai

Arsip

Harta Labora Sitorus Mendadak Raib Saat Hendak Disita

Arsip

Disdik Malang Selidiki Kasus Siswa SD Disetrum Kepala Sekolahnya
BNN Blokir Rp8 Miliar Dana Bandar Togiman-KompasNasional

Arsip

BNN Blokir Rp8 Miliar Dana Bandar Togiman