Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Internasional / Reviews

Selasa, 26 April 2016 - 12:08 WIB

Sandera Asing Dipenggal, Bukti Filipina Tak Bisa Penuhi Janji

Viewer: 591
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 12 Detik

Pemerintah Filipina menanggung malu setelah satu sandera asing Abu Sayyaf dipastikan tewas. John Ridsdel (68), warga Kanada, ditemukan militer Fiipina di pulau kawasan Jolo dalam keadaan terpenggal Senin (25/4) petang waktu setempat. Penemuan ini berselang lima jam dari tenggat akhir tebusan, seperti dilansir Sydney Morning Herald.

Abu Sayyaf merilis video ancaman eksekusi Ridsdel sejak pekan lalu. Pemerintah Filipina menjamin negara asal sandera untuk tenang karena operasi militer akan digelar.

Dua hari lalu Juru bicara pemerintah Filipina mengatakan operasi besar-besaran digelar dalam hitungan jam. Perintah itu disampaikan Presiden Benigno Aquino III langsung kepada Panglima Militer Filipina Glorioso Miranda. Satu batalion pasukan khusus dan polisi dikirim ke Kepulauan Jolo.

“Intervensi militer akan dilakukan demi memastikan keselamatan sandera,” kata Herminio Coloma, jubir istana Malacanang.

Dalam video terakhir, Ridsdel sempat diminta bicara untuk membujuk Kanada menyetorkan tebusan. “Peringatan terakhir yang mendesak kepada pemerintah, Filipina, Kanada dan keluarga, jika 300 juta peso tidak dibayarkan pukul 15.00 pada 25 April, maka mereka akan memenggal saya,” kata Ridsdel.

Baca Juga  Kecelakaan Maut Di Jalan Palembang - Jambi KM 22 Menyebabkan Satu Orang Meninggal Serta Tiga Orang Lainnya Luka Luka

Keluarga mendiang Ridsdel terpukul atas kabar pemenggalan ini. Selama enam bulan terakhir, mereka sudah berusaha melobi Abu Sayyaf agar tidak menjalankan ancaman. Ridsdel dulunya adalah petinggi perusahaan tambang di Kanada. Dia dikenal humoris dan punya banyak teman dari pelbagai kalangan.

“Hidup ayah kami berakhir oleh aksi kekerasan yang tak punya nalar,” menurut keluarga melalui keterangan tertulis.

John Ridsdel sandera asal Kanada dibunuh Abu Sayyaf (c) 2016 Merdeka.com/Twitter

Filipina mengimbau negara lain ataupun perusahaan yang awaknya diculik, jangan membayar tebusan kepada Abu Sayyaf. Namun solusi militer yang ditempuh Manila tak kunjung sukses mengatasi ulah para militan terafiliasi ISIS itu.

Abu Sayyaf sejak satu dasawarsa ini mencari uang dari perompakan dan penculikan. Ketika tebusan gagal diperoleh, mereka tak segan membunuh sandera. Tahun lalu, sandera Malaysia kehilangan nyawanya karena negosiasi buntu.

Kendati sudah berkali-kali kecolongan, Filipina mengaku tidak akan mau memenuhi permintaan Abu Sayyaf kecuali memakai militer. “Kita tidak boleh membuka jalur komunikasi dengan pelanggar hukum dan teroris yang membuat orang-orang menderita,” kata Manuel Quezon, juru bicara pemerintah.

Baca Juga  Toke Sawit Dipukul Pakai Pistol, Ratusan Juta Uang Dirampok

Selain Ridsdel, masih ada satu lagi warga Kanada lainnya Robert Hall (50) yang belum diketahui nasibnya. Pacar Hall perempuan asli Filipina ikut ditawan, begitu pula warga negara Norwegia Kjartan Sekkingstad selalu manajer penginapan.

Merujuk video Abu Sayyaf dilansir pekan lalu, empat orang itulah yang jadi prioritas awal hendak dihabisi karena tebusan tak kunjung dibayar. Militan terafiliasi dengan ISIS itu menuntut masing-masing dari empat sandera ditebus senilai 300 juta peso (setara Rp 84 miliar).

Selain tiga tawanan lain yang hendak dibunuh, Abu Sayyaf masih menyandera beberapa orang asing. Di antaranya ada satu warga Belanda, satu asal Jepang, empat pelaut Malaysia, serta 14 awak kapal tugboat dari Indonesia (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kunjungan Wakil Wali Kota Niihama Berikan Dampak untuk Kubu Raya 

Berita

PM China Li Keqiang dijadwalkan bertemu Jokowi-Kalla

Berita

Belum Sempat Transaksi, Seorang Kurir Narkotika Asal Medan Diamankan Personil Sat Resnarkoba Polres Tapteng di Terminal Sibolga

Berita

Sambang Desa Binaan, Bripka Febri Tri Suhardi Sosialisai Pencegahan Covid-19

Berita

KPK imbau pejabat baru agar segera lapor harta kekayaan

Berita

Iswan Hasjim Beri Ucapan Selamat Kepada Usman-Bassam

Berita

Cegah Penyebaran Covid-19, Polsek Jongkong Bagikan Masker.

Berita

MARI KITA BERSAMA SAMA MENCEGAH PENYAKIT MULUT DAN KUKU