Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Nasional / Reviews

Sabtu, 16 April 2016 - 14:00 WIB

Satu WNI Tertembak Saat Abu Sayyaf Kembali Serang Kapal Indonesia

Viewer: 575
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 32 Detik

Insiden penculikan anak buah kapal asal Indonesia di perairan Filipina kembali terjadi. Kementerian Luar Negeri menyatakan lokasi perompakan serta penyanderaan ada di perairan antara Cebu menuju Tarakan di Kalimantan Utara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan kapal nahas yang menjadi korban pembajakan adalah kapal tongkang Cristi dan Kapal Tunda TB Henry. Penyerangan oleh rombongan terduga militan dari selatan Filipina itu terjadi pada Jumat (15/6), pukul 18.31 waktu setempat.

“Kapal membawa 10 orang ABK WNI,” seru pria akrab disapa Tata ini saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (16/4) dini hari.

Dalam pembajakan kali ini, seorang ABK tertembak. Sementara itu, lima orang berhasil selamat, sedangkan empat lainnya diculik oleh kelompok tersebut.

Baca Juga  Bupati Sintang Jarot Winarno Menghadiri Dan Sekaligus Membuka Kegiatan Gawai Dayak Desa Sekubang Nyelepat Taun 2022.

Kepada Badan Administrasi Menteri (BAM) Kemlu itu menuturkan satu ABK yang tertembak telah diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia guna mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara lima ABK lain yang selamat bersama kedua kapal sudah dibawa Polisi Maritim Negeri Jiran ke Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia.

“Informasi terakhir yang diperoleh, meski mengalami luka tembak, namun yang bersangkutan dalam kondisi stabil. Sementara itu, lima ABK lain yang selamat bersama kedua kapal dibawa oleh Polisi Maritim Malaysia ke Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia,” pungkasnya.

Ini adalah pembajakan ketiga, semuanya diduga didalangi Abu Sayyaf, dalam sebulan terakhir yang menimpa ABK asal Indonesia. Insiden pertama terjadi akhir Maret lalu, ketika 10 WNI disandera saat mengangkut batu bara menuju Filipina.

Baca Juga  Panglima TNI dan Kapolri Beri Arahan Kepada Forkopimda Se Kalbar di Aula Makodam XII/Tpr

Selanjutnya, pada 2 April, kapal berbendera Malaysia dirompak oleh militan di perairan dekat Sabah, Malaysia. Di kapal itu ada tiga anak buah kapal berstatus WNI. Tapi ketiganya dilepas oleh rombongan militan. Abu Sayyaf hanya menyandera empat ABK berpaspor Malaysia. Ketiga WNI itu sekarang berada di KJRI Tawau.

Dengan penculikan terbaru ini artinya total 14 WNI sekarang sedang disandera oleh Abu Sayyaf. Pemerintah RI menyerahkan sepenuhnya upaya pembebasan kepada otoritas keamanan Filipina. Kendati demikian, TNI dua pekan terakhir telah menyiagakan armada di Tarakan (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Jokowi Sebar Dana Kelurahan Rp 3 Triliun Tahun Depan
Bocah 12 Tahun Ketangkap Curi Kereta dan HP-kompasnasional

Arsip

Bocah 12 Tahun Ketangkap Curi Kereta dan HP

Berita

Disela Peresmian Gedung, Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Terima CSR dari PT Bank Sumut

Berita

BNNK Tapsel Gelar Raker Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah
Keterangan fotonya : Jaksa Dr. Cand. Asepte Gaulle Ginting, SH, MH, saat menjadi narasumber di acara pelatihan investigasi narkotika yang diadakan oleh Drug Enforcement Administration (DEA) atau Badan Narkotika Amerika Serikat, di Batam, Kepulauan Riau, Senin (22/7/2024). (Foto: Istimewa)

Berita

Kejari Medan jadi narasumber pelatihan investigasi narkoba DEA di Batam

Arsip

Kisah Pengikut Dimas Kanjeng Setor Rp 202 M Dapat Emas Palsu 500 Kg

Berita

Polda Kalbar Pagi Ini Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Kapuas 2021

Berita

Sambut HUT RI Ke 76, Lanal TBA Gelar Donor Darah