
Morotai – Kompasnasional.com | Hampir rata-rata masyarakat Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara berprofesi sebagai nelayan dengan jumlah total nelayan di morotai 3000 orang lebih, sementara kebutuhan Bahan bakar minyak (BBM) juga harus dipenuhi sebab masih belum cukup jika subsidi yang disediakan hanya 90 ton per bulan untuk bensin dan sementara untuk solar 10 ton
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Morotai, Safrudin Manyila, mengatakan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk para nelayan di Morotai saat ini belum cukup memenuhi kebutuhan nelayan. Sehingga butuh penambahan kuota dimana saat ini juga penambahan armada tangkap juga sudah cukup banyak
“Memang masih terjadi kelangkaan. Miyak kita masih terbatas. Saat ini kuota BBM untuk nelayan per bulan itu solar 10 ton kalau bensin 90 ton, tapi itu pun tidak cukup. Jadi kita supley minyak ke nelayan juga disesuaikan dengan hasil tangkapannya. Kita juga ada menjaga keseimbangan ketika kita mau tambah armada,” ungkap Safrudin kepada sejumlah wartawan, Selasa (22/6/2021).
Safrudin mengaku Pemkab Morotai saat ini serius menangani dan menambah stasiuan pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) sebanyak tujuh titik yang tersebar di seluruh kecamatan.
“SPBN kita saat ini baru satu di SKPT. Kita rencana tambah tujuh titik, dan sementara yang sudah di survei tiga titik. Mudah-mudahan jalan. Kalau ditambah SPBN kuotanya juga pasti berubah,” ujarnya
Ia menambahkan, harga untuk BBM nelayan juga cukup terjangkau. “Kan subsidi jadi tetap sama, untuk bensin Rp 6.450 dan solar Rp 5.500,” pungkasnya.
(Ajin)







