Sebanyak tujuh siswa SDN 1 di Sabu Raijua ditikam secara membabi buta oleh IR, pria berusia 32 tahun. Kini, para korban mengalami trauma berat.
“Tentunya (trauma). Namanya kekerasan apalagi dilukai sajam (senjata tajam) akan berimbas ke sana,” ujar Kabag Mitra Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (14/12).
Untuk itu, kata Awi, diperlukan pendampingan untuk menyembuhkan trauma. “Kalau nanti perlu pendampingan healing trauma tentu akan kita bantu kan kita sinergi dengan Pemda,” ungkapnya.
Meski demikian, kini kondisi ketujuh korban penikaman sudah berangsur pulih.
“Sudah berangsur-angsur pulih ya makanya kemaren ada dua yang kritis alhamdulilah sudah bisa berbicara,” tandasnya.
Sebelumnya, saat kejadian, pelaku datang ke dalam kelas 5 dan menyerang tujuh murid di bagian leher dan wajah. Polisi masih menyelidiki detail mengenai kasus yang menggegerkan warga setempat itu (mdk|dwk)








