Omar Mateen membunuh 50 nyawa kaum gay di sebuah klub malam Orlando, Florida, Amerika Serikat, Minggu (12/6/2016). Bukan hanya itu, 53 orang juga luka-luka setelah Omar Mateen melepaskan tembakan membabi buta ke segala arah.
Sesaat kemudian Polisi Orlando terlibat baku tembak. Dengan sigap kepolisian pun akhirnya berhasil menembak mati Omar Mateen. Tidak ada gerombolan teroris lain dalam aksi teror ini.
Diduga Omar Mateen ada hubungan dengan kelompok radikal ISIS. Namun sejumlah keterangan mengarahkan Omar Mateen membunuh didasar atas kejiwaan yang sangat akut.

Kepolisian Orlando selanjutnya menyelidiki kasus pembantaian oleh Omar Mateen ini. Ditemukan Mateen menggunakan senjata jenis kaliber 223 atau AR-15. Selanjutnya juga ada 9mm pistol semiautommatic.

223 caliber AR type rifle

9mm semiautomatic pistol.
Berdasarkan informasi, senjata sekelas AR-15 memang mudah diperoleh karena dipasarkan secara bebas kepada warga sipil. Kemudahan akses inilah yang menjadikannya beberapa aksi teror sipil yang dilakukan di ruang terbukan menggunakan senjata jenis ini.
Senapan semiotomatis AR-15 bisa melepaskan banyak tembakan dengan cepat seperti senjata mesin di film-film, juga bisa diisi ulang dengan cepat.
Senjata AR-15 pada 1994 sempat dilarang hingga 2004, namun ketika masa berlaku pelarangan itu habis, senjata ini mudah didapatkan secara bebas (pjkst|dwk)






