Home / Opini

Sabtu, 13 Februari 2021 - 20:23 WIB

Yusril: Demokrasi yang Bergantung Kekuatan Modal, Negara Akan Runtuh

Viewer: 386
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 3 Detik

Kompasnasional l Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra menyinggung sistem demokrasi Indonesia. Hal itu dia singgung saat mengutip pernyataan mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) .

‘Jika demokrasi tidak jalan, pemerintah akan jatuh’ begitu pernyataan JK. Tetapi, Yusril memandang hal itu bisa juga terjadi sebaliknya, dimana jika demokrasi dijalankan maka negara yang akan runtuh.

“Persoalan mendasarnya adalah demokrasi yang bagaimana yang mau dijalankan. Dari dulu kita berdebat tidak habis-habisnya tentang konsep demokrasi kita,” ujar Yusril dalam keterangannya, Sabtu (13/2/2021).

Baca Juga  Manado Ingin Bangun Sirkuit Balap Ala Monaco Dan Singapura

Menurut dia, bongkar pasang konsep demokrasi tak selesai-selesai. Dimana, sistem dan rincian pelaksanaan pemilu lima tahun sekali yang kerap dibongkar pasang, sistem kepartaian juga begitu.

Kemudian, pemerintahan daerah juga sama, bongkar pasang yang tak kunjung selesai-selesai. Pengelolaan kekayaan negara antara pusat dan daerah juga sama, bongkar pasang terus.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu menilai bahwa konsep demokrasi akhirnya menjadi permainan kekuasaan untuk melanggengkan kekuasaannya sendiri.

Baca Juga  Sebut Fadli Zon Sudah Off Side dalam Mengkritik , Peter Gontha: Percuma IQ 130

Dimana, siapa kuat, dia menang dan berkuasa. Siapa lemah akan kalah dan tersingkir.
Demokrasi kita sekarang bergantung pada kekuatan baru: kekuatan uang dan modal. Apa demokrasi seperti ini yang mau dijalankan?” tandas dia.

Kalau demokrasi seperti itu tidak dijalankan pemerintah akan jatuh, ya mungkin saja. Tetapi jika demokrasi semacam itu dijalankan, maka negara yang akan runtuh,” tutup dia.(SN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Sindiran Keras Yunarto Wijaya Buat Pembakar Spanduk Habib Rizieq Shihab

Opini

Hari Santri Nasional 2020, Wapres: Pesantren Harus Bangun Tak Boleh Tidur

Opini

Pakar: Perubahan Nama FPI yang tak Didaftarkan Tidak Sah

Opini

Imam Besar Al-Azhar Minta Muslimah Wajib Nikahi Pria Muslim

Opini

Ustaz Sebut Pesan Makanan lewat Ojol Haram, Warganet Kebingungan

Opini

Tokoh NU Ingatkan Tak Usah Fanatik Dukung Jokowi

Arsip

Bahaya Tak Punya E-KTP, BPJS Hingga Rekening Bank Tak Bisa Dilayani

Opini

Laporkan Rektor ke KPK, Mahasiswa Unnes Malah Dipulangkan ke Orangtua