Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal / Nasional / Reviews

Jumat, 19 Agustus 2016 - 12:06 WIB

Wartawan Aceh Kecam Penganiayaan Yang Dilakukan Anggota TNI AU di Medan

Viewer: 572
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 37 Detik

Puluhan jurnalis di Banda Aceh menggelar aksi simpatik dan melakukan doa bersama di depan Masjid Raya Baiturrahman, Jumat (19/8). Aksi damai ini merupakan sikap protes terhadap kekerasan dan penganiayaan dilakukan sejumlah anggota TNI Angkatan Udara terhadap dua wartawan di Medan, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Adapun organisasi jurnalis tergabung dalam aksi ini, berasal dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia. Mereka mengaku aksi ini sebagai bentuk protes dan solidaritas jurnalis di Banda Aceh

Selain berorasi, peserta aksi juga membawa sejumlah poster memprotes pemukulan yang dilakukan oleh TNI AU di Medan. Di antaranya poster diusung pendemo bertuliskan ‘Jurnalis Bukan Musuh’ dan ‘Lawan kekerasan pada jurnalis’.

Baca Juga  Polisi Berhasil Tindak Ribuan Kendaraan di Hari Pertama Operasi Keselamatan Jaya 2018

Para jurnalis di Banda Aceh, dalam aksinya, menuntut agar pelaku diseret ke meja hijau dan dijerat menggunakan UU No 40/1999 tentang Pers. Ketua AJI Banda Aceh, Adi Warsidi menyebutkan, kasus pemukulan ini tidak bisa ditoleransi dengan alasan apa pun.

Semua pihak, terutama aparat yang mengerti hukum, seharusnya tidak main pukul terhadap wartawan dan warga. Selesaikan kasus ini secara hukum. Kami menuntut agar Polisi Militer bisa menindak dan menangkap anggota TNI AU yang melakukan pelanggaran hukum dan pemukulan terhadap jurnalis, kata Adi Warsidi.

Hal senada juga dikemukakan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Aceh, Didik Ardiansyah. “Jangan diamkan kasus kekerasan terhadap wartawan ini. Seret pelaku ke pengadilan,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua LMA Papua Apresiasi Kapolres Jakarta Barat Kelahiran Papua Yang Peduli dengan Warga terdampak Pandemi Covid 19

Didik juga meminta kepada Panglima TNI untuk segera melakukan investigasi terkait dengan kasus kekerasan yang menimpa dua jurnalis di Medan. Ini agar menjadi pelajaran bagi institusi lain tidak melakukan kekerasan terhadap jurnalis.

Seperti diketahui, dua wartawan mengalami tindak kekerasan sejumlah anggota TNI Angkatan Udara. Mereka yang menjadi korban adalah Array Argus (Tribun Medan) dan Andri Safrin (MNC TV).

Keduanya mengalami tindak kekerasan saat meliput bentrokan antara warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia dengan prajurit TNI AU pada Senin lalu. Kekerasan ini mengakibatkan kedua jurnalis itu mengalami patah tulang dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Lokasi-lokasi yang Masih Tergenang di Jakarta

Berita

DPP SBSI 92 Darmawan Yusuf mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Toni Panjaitan

Arsip

Samsung Jelaskan Penyebab Meledaknya Galaxy Note 7

Berita

Hanya Mendapat Upah 400 Ribu, Muklis Dituntut 12 Tahun Penjara

Berita

Plt.Sekdaprovsu Gunakan Dana Desa untuk Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

Arsip

Baru Keluar Penjara, PNS Kanwil Kum HAM Tak Kapok Jual Sabu
Kacang-kacangan, Sumber Nutrisi Sahabat Tubuh-kompasnasional

Arsip

Kacang-kacangan, Sumber Nutrisi Sahabat Tubuh

Arsip

Rupiah Menguat ke Rp 13.109 per USD