Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Nasional / Reviews

Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:39 WIB

Nobar Film G 30/S PKI, Ribuan Warga Padati Lapangan Merdeka

Viewer: 692
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 46 Detik

kompasnasional.com | TEBINGTINGGI – Ribuan warga memadati Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi, nonton bareng (Nobar) pemutaran kembali film Penghianatan G.30/S PKI, Senin (25/9/2017).

Warga dari berbagai tingkat usia yang jumlahnya mencapai seribuan lebih datang dari tiap penjuru kota tersebut memadati lapangan yang telah disiapkan panitia pelaksana dua layar proyektor berukuran besar.

Persis pukul 20.30 WIB, usai sambutan tokoh masyarakat Kota Tebingtinggi Burhanuddin Harahap yang menceritakan kronologi singkat sejarah PKI. Pemutaran ini di prakarsai Kodim 0204/DS dan Disdik Kota Tebingtinggi.

Pemutaran film dokumenter ini mendapat tanggapan positif dari salah seorang tokoh muda Kota Tebingtinggi Wahyu Syam yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan pihak Panpel, merupakan contoh konkrit yang positif dan perlu menjadi perhatian serius bagi para generasi muda, pada sejarah di negeri ini.

Baca Juga  SN-PMB PTN Ubah Sistem penilaian SBMPTN

“Kekejaman PKI di masa itu bukanlah suatu tindakan yang di benarkan dan kita harus ingat pesan Presiden Sukarno, jangan pernah meninggalkan sejarah,” ujar Wahyu.

Cuaca mendung sepertinya tidak mempengaruhi warga dalam menyaksikan film Penumpasan Penghianatan G 30 S PKI.

Walaupun kursi yang disediakan panitia tidak mencukupi, namun antusias warga untuk menyaksikan film ini cukup besar, bahkan ada yang rela harus duduk bersila ditanah tanpa alas.

Film docudrama propaganda ini di produksi pada tahun 1984. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Alm Arifin C Noer diproduseri oleh G Dwipayana. Diproduksi selama dua tahun dengan anggaran sebesar Rp800 juta kala itu, film ini disponsori oleh pemerintahan Presiden Suharto.

Film yang dibuat berdasarkan pada versi resmi menurut pemerintah kala itu dari peristiwa Gerakan 30 September atau yang lebih di kenal dengan sebutan peristiwa percobaan kudeta pada tahun 1965.

Baca Juga  Halsel Terbaik Pertama Kategori Kelola Keuangan Daerah, Disusul Ternate dan Maluku Utara

Film ini menggambarkan masa menjelang kudeta dan beberapa hari setelah peristiwa tersebut. Kala itu sedang terjadi kekacauan ekonomi, lalu Enam Jenderal diculik dan dibunuh oleh PKI dan antek-anteknya, konon untuk memulai kudeta terhadap Presiden Soekarno.

Jenderal Soeharto muncul sebagai tokoh yang menghancurkan gerakan kudeta tersebut, setelah itu mendesak rakyat Indonesia untuk memperingati mereka yang tewas dan melawan segala bentuk komunisme.

Film ini adalah film dalam negeri pertama yang dirilis secara komersial dan menampilkan peristiwa pada tahun 1965 tersebut. Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI meraih  sukses secara komersial masa itu (DC.014)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Jakarta Peringkat ke-31 Kota Termacet di Dunia

Berita

BPBD Menerima Bantuan Dari PDAM Kapuas Hulu

Berita

Konsumsi Petai Bisa Merusak Ginjal, Mitos atau Fakta?

Berita

Kapolres Kapuas Hulu Berikan Sosialisasi Kepada Para Pekerja PETI

Berita

Kenalkan Monalisa, Aplikasi Kontrol Penggunaan Obat Diabetes dan Hipertensi Bagi Lansia 

Berita

Ditinggal Ayah Mengisi Ponsel ke Tetangga Balita Tewas Terpanggang di Rumah

Berita

Selamatkan Anak Bangsa, Disdiik Siantar Lakukan Patroli Rutin Pada Siswa Yang Bolos Sekolah 

Berita

Pengambilan Sumpah dan Janji Jabatan Fungsional di Pemkab Kapuas Hulu