Kompas Nasional -Humbang Hasundutan. Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan bersama dengan PT. BISI-18 dan juga PT. CORIN ALSINTAN , mempromosikan dan melaksanakan uji coba mesin pemanen jagung Corn Combine Hardvaster-85 dilahan seluas 2 hektar di Desa Sigompul Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa, 8/9/2020.
Alat ini mampu memanen hingga memipil jagung dengan cepat dan hemat dalam biaya produksi. Dengan alat ini, jagung tidak perlu dipetik dan dikupas , cukup dengan mempergunakan Mesin Corn Combine yang bekerja diareal perladangan jagung , para pemilik petani jagung hanya tinggal siap menerima yang telah dikemas didalam karung.
Meski baru pertama kali dicoba, para petani dan juga masyarakat yang ada di Desa Sigompul merasa terkesan melihat cara kerja mesin CORN COMBINE, meskipun demikian ada sejumlah perbaikan mentesuaikan dengan kondisi lahan dan iklim yang ada, ungkap Aelia Pinem dari Pt. Corin Alsintan.
Pemerintah kabupaten Humbang Hasundutan kini telah mengkaji efesiensi dan manfaat alat ini, tapi jika dirasa mengguntungkan alat ini akan dibeli bagi kesejahteraan para kelompok tani yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Pihak kementrian Perindustrian sendiri masih akan menyempurnakan Proteck ini dan akan diproduksi massal untuk produksi jagung. Dalam hal biaya jika dilakukan secara manual dan mempergunakan tenaga manusia, untuk satu hektar lahan jagung akan memakan biaya sebesar Rp. 1,500.000 ribu rupiah untuk mengaji buruh petik dan pemipil jagung hingga bersih, namun dengan alat ini hanya butuh biaya yang sangat rendah untuk biaya operator dan helver serta tidak perlu memakan waktu yang terlalu lama.
Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor bersama dengan masyarakat Desa Sigompul langsung melakukan Panen Raya jagung jenis Hibrida Bisi-18.dilahan seluas 1,5 hektar guna untuk mendukung Swasembada Jagung Nasional.
Pemerintah kabupaten Humbahas terus meningkatkan Produktifitas Jagung salah satunya di Desa Sigompul Kabupaten Humbang Hasundutan Propinsi Sumut.
Jagung dengan usia sekitaran 3 sampai 3,5 bulan, mulai masuk massa panen dari awal Juli hingga September, tapi dengan harga jual hingga petani pada panen pertama mencapai Rp.4000 rupiah perkilogramnya, tapi namun sejak masuknya massa panen raya harga semakib turun hingga mencapai Rp.3.500 perkilogramnya.
Turunnya harga jual jagung juga dipengaruhi tingkat kadar air, jika pengeringan dilakukan secara manual, rata rata kadar air mencapai 20 persen, padahal untuk standard pasar paling tidak harus mencapai 14 persen. Oleh sebab itu pemerintah kabupaten Humbahas akan terus berupaya untuk lebih meningkatkan produktifitas jagung dengan cara memperbaiki infrastruktur jalan, membantu menyikapi tentang harga melalui survey pasar serta menyiapkan ketersediaan pupuk yang terjangkau kepada para petani, ujar Bupati .
Hadir Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor. SE, Kasatpol PP Edi Sinaga, kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Yonepta Habeahan, Kepala Desa Sigompul Tumpal Sihombing, Masyarakat Petani Sigompul, sedang dari PT.Corin Alsintan. sendiri dihadiri oleh Aelia Pinem dan dari Pt. Bisi-18 juga dihadiri oleh Alam Sembiring.
Penulis: Benardus Maruli







