HALSEL – KOMPAS NASIONAL | Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara (Malut), mulai melaksanakan reses di masing-masing daerah pemilihan (Dapil) kegiatan reses tersebut bermaksud agar dapat menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Reses 30 Anggota DPRD ini dimulai pada Kamis, (14/01/2021).
Dalam kegiatan reses tersebut, Wakil Ketua Komisi satu DPRD Halsel Hi Sagaf Hi Taha langsung menyentuh di tiga titik yakni di Desa Tanjung Obit, Desa Bajo Kecamatan Botang Lomang, dan Desa Sumae Kecamatan Bacan yang merupakan daerah pemilihan Dapil satu.
Reses di ketiga Desa tersebut Sagaf Hi Taha menyerap banyak masukan serta aspirasi masyarakat terkait kebutuhan keseharian masyarakat di tiga Desa yang dilaksanakannya kegiatan reses.
” Banyak masukan dan harapan yang saya dapatkan dari masyarakat agar menjadi perhatian pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi”ucap Hi Sagaf dalam keterangan resminya kepada wartawan, Senin (18/01/2021).
Di kecamatan Botang Lomang, politisi Golongan Karya (Golkar) ini menerima keluhan terhadap PLN, dimana bangunan PLN / PLTD Botang Lomang sudah rampung tinggal menunggu pengadaan mesin pembangkit listriknya. sementara tiang listrik yang sudah di dirikan namun masyarakat belum menikmati listrik.
” Saya sudah mendengar keluhan masyarakat terkait PLTD di Botang Lomang. Dan melalui komisi di DPRD Halsel, kami akan mendorong pihak PLN agar proses percepatan pengaktifan PLN di kec.botang lomang segera di lakukan, “tegas Hi Sagaf.
Tak hanya itu, keluhan lain juga disampaikan masyarakat terkait denganjalan lingkar Kepulauan Botang Lomang dikeluhkan masyarakat kepada wakil ketua komisisi satu DPRD Halsel itu. Pasalnya masyarakat sudah mendengar akan ada program pemerintah terkait jalan lingkar di Botang Lomang.
” keluhan lain juga disampaikan masyarakat terkait bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial ekonomi serta Infra struktur lainnya, “ujarnya.
Selaku Wakil ketua komisi satu DPRD Halsel, Hi Sagaf bilang akan mengawal aspirasi masyarakat yang serapnya saat melakukan reses tersebut. Keluhan masyarakat ini akan kami dorong ke pemerintah daerah dan provinsi agar permintaan masyarakat terkait kebutuhan keseharian dapat terealisasi, ” tandasnya.
(Fik)







