Home / Berita

Senin, 10 Mei 2021 - 12:00 WIB

Tradisi Budaya Melayu Kota Pontianak Sambut Idul Fitri Dengan Dentuman Meriam Karbit

Viewer: 665
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 13 Detik

PONTIANAK KALBAR |KOMPAS Nasional – Dentuman menggelegar saling bersahutan dari dua sisi tepian Sungai Kapuas.

Bunyi dentuman itu berasal dari meriam karbit yang dimainkan warga Tambelan Sampit sebagai persiapan menyambut malam lebaran yang tak lama lagi.

Meriam karbit merupakan permainan rakyat yang menjadi tradisi setiap bulan Ramadan dan malam Idulfitri di Kota Pontianak.

Meriam tersebut terbuat dari kayu mabang atau meranti dengan ukuran diameter antara 50 – 70 centimeter dan panjang kisaran 5 hingga 6 meter.

Untuk membunyikannya, dibutuhkan bahan bakar berupa karbit.

Kemudian terdapat lubang pada bagian meriam untuk tempat menyulutkan api hingga menghasilkan bunyi yang menggelegar.

Maulidi Murni, satu diantara pemain meriam karbit di Tambelan Sampit menjelaskan proses menyalakan meriam karbit.

Sebelum mulai membunyikan meriam karbit ada beberapa proses persiapan yang harus dilakukan.

Langkah pertama dimulai dengan menutup lubang pada moncong meriam karbit.

Penutupan tersebut biasanya dilakukan dengan kertas koran bekas.

Selanjutnya meriam diisi air dilanjutkan dengan mengisi karbit.

Baca Juga  Kanit Lantas Sampaikan Pesan Tertib Berlalu Lintas Saat Sambangi Puskesmas Karangan

“Pengisian karbit pada meriam dengan takaran yang bervariasi mulai dari 2 hingga 4 ons, tergantung dari besar diameter sebuah meriam karbit,” ujarnya ditemui saat melakukan uji coba permainan meriam di tepian Sungai Kapuas Tambelan Sampit, Sabtu (8/5/2021) malam.

Setelah meriam diisi karbit dan air, lubang yang ada, termasuk lubang untuk menyulut meriam juga ditutup dengan kertas koran. Untuk menghasilkan suara yang maksimal, meriam karbit didiamkan selama 7 hingga 8 menit.

Sesekali meriam karbit dilakukan pengecekan untuk memastikan meriam siap disulut.

“Ketika meriam sudah dipastikan siap dibunyikan, lubang untuk menyulut dibuka dan disulut dengan api obor hingga terdengar bunyi dentuman,” paparnya.

Meskipun festival meriam karbit ditiadakan di tengah pandemi, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mempersilakan permainan tradisional tersebut di bulan Ramadan dan menyambut malam Idulfitri mendatang.

“Kita tidak menggelar festival meriam karbit tahun ini, tetapi jika masyarakat ingin memainkannya dipersilakan,” katanya.

Ia menekankan agar selama memainkan meriam karbit, warga tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca Juga  Dampak HET Minyak Goreng Sawit Rp.14.000, Masyarakat Samosir Jangan Panik

Menurutnya, permainan meriam karbit merupakan bagian dari budaya masyarakat Kota Pontianak.

“Mulai bulan Ramadan boleh dimainkan, tapi untuk festivalnya kita tiadakan,” ucapnya.

Sebagian besar komunitas pemain meriam karbit berada di Wilayah Pontianak Timur, Selatan dan Tenggara, terutama mereka yang bermukim di pinggiran Sungai Kapuas.

Permainan tradisional yang sudah lama ada ini merupakan salah satu aset yang dimiliki Kota Pontianak dan hanya satu-satunya di dunia meriam karbit sebesar ini.

“Permainan meriam karbit ini perlu kita lestarikan agar budaya yang kita miliki tidak punah ditelan zaman,” ungkap Edi.

Saat ini, kata dia, di Kota Pontianak terdapat sekitar 40 kelompok meriam karbit. Seluruh kelompok tergolong aktif sebagai wujud melestarikan budaya di Kota Pontianak.

“Permainan meriam karbit di Kota Pontianak telah menjadi warisan budaya tak benda sehingga hal ini harus kita lestarikan,” pungkasnya.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Antisipasi Klaster Baru Saat PTM, Cabdis Siantar Instruksikan Sekolah Terapkan “Scan Barcode” PeduliLindungi

Berita

Ancaman Limbah, Sudin “Suru” Warga Kusubibi Minum Air Campur Cyanida

Berita

KALBAR DAPAT PREDIKAT TERBAIK TANGANI KARHUTLA

Berita

Awan Berbentuk Gelombang Tsunami Selimuti Langit Makassar, Ini Penjelasan BMKG

Berita

Kejar Target Vaksinasi, Pemkab KKU Berikan Doorprize Bagi Peserta Vaksinasi

Arsip

DPO Judi Mellenium Zone Adalah RH Bos Pemasok Terbesar Obat Kuat Antar Negara

Berita

Sebanyak 100,5436 meter kubik kayu Ilegal Diamankan Bareskrim Polri dan Polda Kalbar di Kecamatan Sungai Ambawang 

Berita

Ucapan Oknum Sekda Musi Banyuasin diduga lecehkan Wartawan.