Kompasnasional.com.Toba | Ayah bejat kembali menggoyang Toba cabuli anaķ kandungnnya sendiri, kasus pencabulan anak terjadi lagi di salah satu desa di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba.
Kasus ini telah dilaporkan oleh pihak keluarga korban kepada pihak kepolisian di Polres Toba pada Kamis (24/12/2020), namun hingga berita ini diturunkan pelaku diduga belum juga ditangkap oleh pihak kepolisian.
Hal ini sangat mengecewakan keluarga hingga merasa kesal terhadap pihak kepolisian karena belum ditangkapnya pelaku, tetapi kami berharap pihak kepolisian menangani kasus ini secara serius ujar keluarga korban.
Laporan telah kami buat tanggal 24 Desember 2020 dan sampai sekarang belum ditanggapi, ujar ibu kandung korban BDT (44) saat disambangi awak media ke rumah keluarganya di salah satu tempat di Porsea, Kabupaten Toba Selasa (2/2/) dan dikonfirmasi ulang para awak media lainnya, Rabu (3/1/) sekira pukul 17.00 Wib sore hari.
Ibu kandung mengatakan bahwa anaknya korban pencabulan TN (9) ini meminta agar polisi secepatnya menangkap pelakunya, walaupun pelakunya ayah korban.
Laporan ini juga disampaikan bukan hanya ke pihak kepolisan, kami keluarga juga telah membuat pengaduan ke pihak Perlindungan Anak sebut ibu korban.
Dalam penanganan kasus ini, kami masih menunggu tindak lanjut berikutnya. Saya rasa, tidak ada respon dari pihak mereka sampai sekarang, saya juga pernah menanyakan kasus ini sebelum melapor ke Perlindungan Anak.
Tapi mereka hanya mengatakan ; Ya, jawaban mereka hanya begitu begitu aja, kami kan ibu berusaha mencari. Lalu saya bilang apakah mereka sepelekan kasus ini karena buktinya sampai sekarang pelaku tidak kami tahu apakah sudah ditangkap atau tidak. Mereka diam aja, sambung BDT ibu korban.
Perlakuan ayah bejat ini harus di hukum berat sesuai perbuatannya,ibu korban dengan geram mengatakan. Bahkan, ia menyampaikan secara tegas bahwa perbuatan suaminya takkan ia maafkan karena telah melukai masa depan putri kandungnya sendiri.
Korban TN (9) adalah anak kedua dari dua bersaudara dan kini masih murid kelas 3 di salah satu Sekolah Dasar di Porsea. Perlakuan bejat ayahnya membuat dia terpukul dan malu melihat teman sebayanya di sekolah.
Dari penuturan ibu kandungnya, TN (9) hanya bermain dengan saudaranya sendiri yang tengah duduk di kelas V SD karena tidak sanggup memandang teman-teman sekelasnya dan sebayanya. Saya berharap pelakunya segera dapat, biar dia menerima hukuman yang setimpal dengan perbuatannya yang bejat dan biadab itu, ujar ibu korban.
Bagi saya, tidak ada pengampunan sama dia (pelaku cabul), anak saya yang perlu saya lindungi. Saya tidak bisa terima kehormatan putri saya direnggut oleh ayahnya sendiri, kata BDT.
Pasca kejadian itu, keluarga suaminya kurang perhatian dengan kejadian ini. Keluarga pelaku lebih memilih diam atas kasus ini, padahal korban adalah anak dari pelaku sendiri. Kata BDT.
Keluarga dari pelaku juga diam aja, mereka tidak ada datang menjumpai kami atau putri saya sebagai korban. Tidak ada pernah nanya bagaimana kondisi putriku, atau kondisi kami setelah kejadian itu, pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Toba, AKP Nelson Sipahutar ketika melalui Kanit PPA, IPDA Idris Simangunsong ketika di konfirmasi mengakui pihaknya telah berupaya keras menemukan pelaku pasca pelaporan dari pihak keluarga masuk ke kepolisian, sayangnya, pelaku belum berhasil ditemukan.
Ada beberapa titik yang diduga tempat persembunyian pelaku telah kita telusuri namun tidak ketemu, ujar Idris.
Kasusnya-pun, terang Idris telah memasuki tahap sidik dan kepada pelaku sedang dilakukan upaya jemput paksa. Kabar terakhir, diduga pelaku sedang bersembunyi di luar kota. Hingga kini kami masih mencari keberadaan tersangka, cetusnya.
Jika dalam waktu dekat pelaku tak kunjung ditemukan, lanjut Idris, pelaku akan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), tutup Kanit PPA IPDA Idris Simangunsong.( LamS )
Penulis Lambok Sianturi







