Home / Berita / Daerah / Medan / Reviews / Travel

Kamis, 28 Juni 2018 - 11:18 WIB

Pencarian Bangkai KM Sinar Bangun Diperpanjang Hingga Akhir Bulan

Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Pada hari keempat pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun, tim SAR gabungan belum menemukan bangkai kapal dan korban yang hilang, diduga kapal mengangkut sekitar 193 penumpang berdasarkan laporan yang masuk dari masyrakat.(ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI)

Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Pada hari keempat pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun, tim SAR gabungan belum menemukan bangkai kapal dan korban yang hilang, diduga kapal mengangkut sekitar 193 penumpang berdasarkan laporan yang masuk dari masyrakat.(ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI)

Viewer: 595
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik

KompasNasional.com,Samosir – Pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba pada Senin (18/6) lalu diperpanjang hingga beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, tim SAR gabungan hanya menetapkan 10 hari pencarian pasca tenggelamnya kapal tersebut.

“Kita kembali memperpanjang pencarian KM Sinar Bangun hingga Sabtu (30/6),” kata Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan, Kamis (28/6).

Budiawan menjelaskan bahwa perpanjangan pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun dilakukan sesuai perintah dari Kepala Basarnas, Muhammad Syaugi.

“Ini proses perpanjangan yang kedua. Ini pencarian hari ke-11. Operasi perpanjangan dilakukan sore kemarin pukul 18.00 WIB dari Kepala Basarnas, Muhammad Syaugi, yang menyatakan perpanjangan kedua dari tanggal 28 hingga 30 Juni,” jelasnya.

Baca Juga  Ditampar dan Ditendangi Suami, Perawat di Batubara Lapor Polisi

Budiawan mengungkapkan, pencarian KM Sinar Bangun hari ini sempat terhambat karena hujan deras melanda kawasan Danau Toba pada pukul 06.00 WIB.

“Proses pencarian di hari ke-11, cuaca buruk membuat Tim SAR gabungan harus memulai operasi pada pukul 08.00 WIB. Sementara hari ini Tim SAR gabungan masih menggunakan alat Remotely Operated Vehicle (ROV) dan pukat harimau,” ungkapnya.

“Sekarang cuaca sudah bagus. Sudah cerah, jadi kami bergerak pukul 08.00 menggunakan alat ROV dan pukat harimau. Ada dua kapal, yakni KMP Sumut I dan KMP Sumut II untuk memakai pukat harimau di dua target yang kita temukan kemarin,” pungkasnya.

Baca Juga  Bentuk Posko Check Point, Upaya Kodim Sambas Perangi Covid-19*

Sesuai data Basarnas, 21 orang dinyatakan selamat dari peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. Sementara 3 penumpang ditemukan meninggal dunia dan 164 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Dalam peristiwa tersebut, pihak kepolisian sudah menetapkan empat orang tersangka, yakni nakhoda sekaligus sebagai pemilik kapal, Poltak Soritua Sagala, pihak regulator dari Pegawai Honor Dishub Samosir yang juga anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang, Kapos Pelabuhan Simanindo yang merupakan PNS Dinas Perhubungan Samosir, Golpa F. Putra dan Kabid Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Dishub Samosir, Rihad Sitanggang.(Analisa/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Uang Miliaran di BMT Semarang Tak Bisa Diambil, Nasabah Menangis Histeris, Ini Penjelasan Pihak BMT

Berita

Polres Samosir Ajak Warga Untuk Jaga Kamtibmas

Arsip

Berantem Dengan Pacar, Artis Dewi Sanca Coba Bunuh Diri

Berita

Potensi Calon Tunggal Pilkada Siantar Jadi Warna Tersendiri

Berita

Sejumlah 7.169 Warga Kota Pematangsiantar Terima BST dan Beras 10 Kilogram

Berita

Ganjar Siapkan Saksi-Bukti Gugatan ke MK, Gibran Bilang Begini

Berita

Pemko P.Sidimpuan Menertibkan PKL Diseputaran Pasar Sagumpal Bonang dan Jalan Cokro Aminoto

Berita

Dua Jembatan di Simalungun Nyaris Putus Diterjang Banjir