
Melawi, Kompasnasional.com. -Dalam rangka meningkatkan kapasitas dibidang budidaya perikanan dikabupaten Melawi anggota Komisi IV DPR-RI, Yessy Melania, S.E bersama Direktorat Jenderal Perbenihan dan Budidaya ikan air tawar Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menggelar bimbingan teknis kepada sejumlah kelompok pembudidaya ikan air tawar.
Kegiatan berlangsung di Aula Kurnia Water Park, Desa Tembawang Panjang, Kecamatan Nanga Pinoh pada Kamis, (12/05/2022).
Bimtek dibuka secara resmi oleh anggota komisi IV DPR-RI dari fraksi partai NasDem Yessy Melania, S.E. Turut hadir koordinator pembenihan ikan air tawar Direktorat Jenderal Perikanan dan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir. Ahmad Jauhari Pamungkas, M.Si, Perwakilan Balai Budidaya ikan air tawar Mandiangin, Khairul Anwar, S.Pi., M.Si dan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Melawi yang diwakili oleh Kabid Perikanan, Ade Solihin, S.TP serta 50 orang peserta bimtek dengan tetap menerapkan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Melawi yang diwakili oleh Kabid Perikanan, Ade Solihin, S.TP menyambut baik kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan lancar dan apa yg diharapkan bisa diterapkan di lapangan.
“Sebagai informasi awal kegiatan budidaya ikan air tawar di Melawi dengan jumlah produksi meningkat 2021 sekitar 6847 ton. Tingkat konsumsi 20-30 kg perkapita,” jelas Ade.
Ia juga menyampaikan pada tahun 2022 Kegiatan budidaya ikan di kabupaten Melawi juga melalui dana APBD yang disebarkan kepada kelompok perikanan.
“Diharapkan kelompok pembudidaya dapat menyerap dengan baik mengenai teknik perikanan budidaya yang disampaikan oleh pemberi materi dalam bimtek ini,” pungkasnya.
Sementara itu Anggota DPR-RI, Yessy Melania dalam sambutannya menyampaikan, di Kabupaten Melawi harus dimulai dari awal untuk melakukan sosialisasi secara masif karena rata-rata masih bergulat di sektor perkebunan dan pertanian serta masih harus meningkatkan produktifitas di kabupaten Melawi.
Dirinya juga mengatakan bimtek ini bisa menghadirkan kebijakan dari kementrian kelautan dan perikanan, potensi budidaya perikanan. Indonesia banyak daerah yg tidak punya laut, tetapi perairan air tawar, sudah tepat mendorong sektor perikanan air tawar

KKP jangan terfokus pada hasil laut saja, potensi ikan air tawar di Kalbar juga cukup menjanjikan,” tutur Yessy.
Yessy pun mengajak untuk memaksimalkan, sarana dan prasarana, penggalian potensi SDA dan SDM, bahan baku/bibit ikan dan bekerjasama untuk menggali potensi tersebut.
Yessy juga meminta agar BBI yang ada di Melawi diaktifkan kembali, agar pembibitan ikan dapat dilakukan. Bantuan pemerintah hanya stimulus kepada masyarakat, selanjutnya adalah masyarakat itu sendiri yang mengembangkan.
“Jangan sampai hari ini menerima bantuan, besok kelompoknya sudah bubar,” kata Yessy.
Ia pun mengatakan, bantuan itu sifatnya konsistensi jika pelaku usaha perikanan juga harus konsisten. Dan bantuan pemerintah diberikan pada kelompok – kelompok bukan individu.
“Lengkapi legalitas kelompok dan daftarkan ke dinas. Nanti akan di verifikasi sebelum menerima bantuan, kita ingin bantuan program pemerintah harus tepat sasaran kepada kelompok yang serius,” tegasnya.
Secara nasional, Kalbar melalui program KKP telah mendirikan kampung budidaya, yaitu di Kabupaten Sambas, Kabupaten Pontianak dan Kapuas hulu.
“Tidak semua bantuan yang diberikan semuanya berhasil dikelola dengan baik, hal ini bisa jadi disebabkan, minimnya pembinaan atau mentalitas kelompok itu sendiri”, ucapnya.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ir. Ahmad Jauhari Pamungkas, M.Si dan Khairul Anwar, S.Pi., M.Si kepada peserta bimtek*
J.Lendri/ Y. Totom








