Samosir, Kompasnasional. | Pinggir jalan lingkar Tuktuk Siadong Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir yang baru usai dikerjakan dengan anggaran APBN akhir tahun 2020 lalu diwarnai dengan tumpukan sampah.
Hal ini terjadi karena mobil Truck pengangkut sampah milik Pemkap samosir yang biasanya sekali satu minggu, sudah lebih satu bulan lamanya tidak beroperasi mengangkut sampah tersebut, sehingga pinggir jalan yang sudah tertata rapih mengudang perhatian setiap orang yang melintas.
Demikian salah seorang tokoh masyarakat Tuktuk Siadong Bernard Sidabutar kepada Kompasnasional.com menjelaskan, berselang beberapa waktu setelah usai Pilkada 9 Desember 2020 lalu, mobil Truck pengangkut sampah yang rutin setiap minggu berkeliling memungut sampah yang sudah tersedia tempatnya di pinggiran jalan, jelas Bernard.

Guna mendukung KSPN Jalan lingkar Tuktuk Siadong Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir akhir tahun 2020 lalu telah selesai dikerjakan dengan biaya APBN, sayangnya, pinggiran jalan yang sudah lumayan bagus itu menjadi tumpukan sampah. “Apakah Pemkab Samosir sudah tidak perduli lagi? ”, ungkap Bernard kecewa.
Kelurahan Tuktuk Siadong Kecamatan Simanindo merupakan pusat objek wisata di Kabupaten Samosir. Pada tahun 1980 an daerah ini teramat banyak dikunjungi tamu-tamu mancanegara, ketika daerah ini masih bergabung dengan Kabupaten Tapanuli Utara. Namun akibat berbagai krisis ekonomi seperti moneter misalnya, kunjungan para wisatawan ke daerah ini draktis menurun, jelas Bernard.

Mantan Ketua PHRI ini menambahkan, dimasa Pemerintahan Presiden Jokowi kunjungan para wisatawan ke Samosir sudah perlahan kembali membaik tentunya di Kelurahan Tuktuk Siadong Kecamatan Simanindo pada khusunya menjadi pusatnya. “Patut kita syukuri kepemimpinan presiden kita saat ini, akan tetapi saya menilai bahwa Pemkab Samosir kurang menghagai atau memanfaatkan program Pemerintah pusat yang begitu bagus khususnya untuk kawasan Danau Toba, pungkasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Samosir Sosudion Tamba selaku pihak pengelola Mobil Truck pengangkut sampah mejelaskan, bahwa akibat curah hujan yang sangat berlebihan sejak bulan nopember 2020, maka jalan menuju TPA tidak bias dilalui ke lokasi, dan sudah dibantu dorongan alat berat tetapi tidak maksimal, katanya.
Selain itu, masyarakat (petani) sekitar memohon agar jalan itu tidak digunakan sebelum dibenahi Pemkab Samosir dengan alasan mereka kesulitan untuk pengangkutan ke lokasi lahan mereka masing-masing, jelas S Tamba seraya menambahkan, 4 hari belakangan ini kita sudah mulai beroperasi, mudah mudahan seterusnya bisa normal, katanya (Max) .







