Kubu Raya Kalbar | Kompas Nasional– Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan optimistis sektor ekonomi Kubu Raya akan segera pulih dan membaik.
Meskipun hingga kini masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19.
Mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi, Muda Mahendrawan mengatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mendorong kestabilan ekonomi melalui optimalisasi kinerja APBD, APBN, termasuk dana desa.
Upaya menstabilkan ekonomi tersebut dilakukan dengan sinergi yang kerap ia sebut sebagai strategi “kepung bakul”.
“Dalam upaya menstabilkan ekonomi ini, harus kita lihat juga peran pemerintah dalam bentuk investasi, seperti investasi APBD yang signifikan. Makanya kita geraknya harus lebih cepat.
Cepat dalam arti menyalurkan kinerjanya dan di sinilah memerlukan peran bersama antar-Organisasi Perangkat Daerah,” kata Muda seusai menghadiri Rilis Kinerja APBN-APBD Kabupaten Kubu Raya di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (1/2).
Muda mengatakan dengan percepatan pengelolaan APBD di sektor ekonomi, akan ada hasil maksimal yang berdampak tepat sasaran.
Misalnya ekonomi pasar yang menjamin di setiap produksi olahan masyarakat.
Di sisi lain, pemangku kepentingan terkait juga berperan penuh dalam menggerakkan peluang pasar untuk menyerap potensi olahan masyarakat.
“Baik itu produksi perikanan, peternakan, perkebunan, kemudian hasil olahan UMKM, wisata desa, ekonomi kreatif, dan lain sebagainya,” jelas Muda.
Selama in, kata Muda, hasil olahan produk masyarakat seperti kerajinan tangan anyaman bakul maupun konveksi telah memiliki pasar berjangka panjang.
Dengan metode-metode seperti inilah diharapkan dapat mengakomodasi seluruh produksi olahan masyarakat.
“Jadi setiap skema-skema yang telah dilakukan memiliki sumber pasar yang jelas dan ini juga menjadi acuan kita untuk diterapkan di tahun 2021,” ujarnya.
Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pontianak,
Tri Ananto Putro, menyebut kinerja APBN 2020 Kabupaten Kubu Raya luar biasa. Terutama terkait dengan pencairan dana desa yang cair dan terserap hingga 100 persen.
“Bahkan dana desa di Kubu Raya tahun 2020 itu bisa cair pertama dan full 100 persen.
Begitu juga di tahun 2021 ini, Kubu Raya juga menjadi daerah yang pertama melakukan pencairan dana desa dan ini sangat luar biasa,” tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik, dan Dana Insentif Daerah (DID) juga bisa cair 100 persen.
“DID ini adalah dana yang tidak cuma-cuma. Untuk mendapatkan DID ini daerah harus punya prestasi dan Kubu Raya luar biasa bisa mendapatkannya.
Kami sangat mengapresiasi sekali capaian prestasi dari Pemerintah Kubu Raya ini,” katanya.
Tri menilai capaian kinerja yang sangat baik dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya salah satunya karena telah didukung dengan kebijakan penerapan keuangan dengan modernisasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
Juga pemilahan kewenangan antara kewenangan bendahara umum daerah dan kewenangan para OPD juga sudah dibagi dengan jelas sehingga tidak tumpang tindih.
“Dan ini juga menjadi hal yang sangat memudahkan dan memperlancar proses implementasi di lapangan dan pencairan dananya,” terangnya.
Kepala Badan Pusat
Statistik Kubu Raya Anton Manurung menambahkan, menurut perhitungan sementara yang dilakukan BPS Kubu Raya, ekonomi Kubu Raya masih tumbuh meskipun di tengah pandemi Covid-19.
“Kalau perhitungan sementara pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat untuk sembilan bulan di tahun 2020 itu tumbuh sebesar 1 persen sedangkan pertumbuhan ekonomi Kubu Raya itu tumbuh sebesar 1,16 persen,” ungkapnya.
Anton melanjutkan, sepanjang tahun 2020 juga didapati angka kemiskinan Kubu Raya menurun.
“Setelah kami telusuri salah satu alasan berkurangnya angka kemiskinan Kubu Raya ini karena adanya program bantuan sosial dari pemerintah bagi masyarakat miskin di Kubu Raya tepat waktu dan cukup tepat sasaran,” ucapnya.
Hasnan Sutanto





