Viewer: 876
0 0

Home / Berita

Sabtu, 18 Juli 2020 - 09:50 WIB

Tak Terima Pipinya Dicium Oknum Kades, Mahasiswi di Wajo Lapor Polisi

Viewer: 877
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 58 Detik

Kompasnasional | Seorang mahasiswi berinisial AP melaporkan Abdul Karim, Kepala Desa Lempong, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo ke polisi atas dugaan pelecehan seksual.
Menurut AP, pelecehan terhadap dirinya terjadi pada Minggu 12 Juni 2020 pukul 13.00 Wita di kantor Desa Lempong. AP bercerita, kejadian tersebut bermula saat ia hendak berpamitan kepada Abdul Karim di hari terakhirnya menjalani kuliah kerja profesi (KKP) di kantor Desa Lempong.

Saat berpamitan, ia dan Abdul Karim berjabat tangan sebagai tanda perpisahan dan ucapan terima kasih telah diterima KKP di kantor Desa Lempong. Tapi, seusai berjabat tangan kata AP, Abdul Karim malah mencium pipi kanan dan kirinya.
“Saya kaget tiba-tiba pak Desa langsung cipika cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri), padahal di Desa Lempong tidak ada adat seperti itu. Terus caranya juga cipika cipiki bukan pipi sama pipi, melainkan mulutnya pak Kepala Desa yang mencium pipi saya,” jelasnya.
Tak sampai di situ kata AP, Abdul Karim kembali memanggilnya masuk ke ruangan kerjanya. Di dalam kata AP, Abdul Karim kembali menciumnya dengan modus berterima kasih.
“Ciuman yang kedua, pak desa memanggil saya ke ruangannya, ia katanya sangat terbantu dengan kehadiran saya KKP di kantor Desa Lempong dan langsung mencium saya untuk kedua kalinya,” lanjutnya.
Tidak sampai di situ, Abdul Karim yang sudah berpamitan untuk pulang, kembali masuk ke kantor desa, dengan alasan ingin mengambil stempel yang ketinggalan.
Stempel yang dicari Abdul Karim, berada persis di meja tempat AP mencetak laporan hasil KKP. Setelah mengambil stempel, Abdul Karim langsung mendekat ke kursi tempat di mana AP duduk dan kembali mencium untuk ketiga kalinya.
“Saya dicium tiga kali, ini sudah sangat kurang ajar, namun saat itu saya tidak bisa berkata-kata karena saya kaget diperlakukan seperi itu, apalagi pada saat itu saya hanya berdua di dalam kantor desa. Keluarga saya marah besar sehingga saya disuruh melaporkan kejadian ke pihak kepolsian,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lempong, Abdul Karim membenarkan ada kejadian “cipika cipiki” antara dia dan AP di kantor Desa Lempong.
Hanya saja, “cipika cipiki” seperti itu menurut dia hal yang biasa dilakukan. Apalagi menurut Abdul Karim, AP tak lain adalah tetangga rumahnya.

Baca Juga  Babinsa, Sertu Hasibauan: Keberadaan Babinsa Harus Membuat Masyarakat Aman dan Nyaman

“Iye betul saya cipika cipiki, keluarga korban tidak terima, sehingga saya dilaporkan ke pihak kepolisian,” jelasnya.
Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Muhammad Warfa mengaku bahwa pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari korban AP.
“Kami akan segera tindak lanjuti laporan pengaduan tersebut,” singkatnya.(SN/Red)

Baca Juga  Gubernur Kalbar Evaluasi 3 BUMD Kalbar
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

40 Tim Sepakbola SMA/SMK Cabdis Siantar Akan Bersaing Memperebutkan Piala Gubsu

Berita

Prajurit Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty Amankan 3 orang diduga (PMI) Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural

Berita

Digelar, Upacara HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tingkat Kabupaten Samosir

Berita

Menghadapi Musim Pancaroba, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Dan Pengobatan Kepada Warga Perbatasan.

Berita

Sophia Latjuba Tegaskan Sudah Move On dari Ariel NOAH

Berita

Ketua DPR Minta Polisi Usut Label Susu Kental Manis

Berita

Ganjil Genap Jakarta Akan Kembali Berlaku, Polisi Minta Transportasi Umum Ditambah

Berita

Menkes Budi Puji Puskesmas Gang Sehat, Contoh Bagi Puskesmas Lain