Home / Berita

Senin, 13 Mei 2019 - 11:58 WIB

Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya : “Saya Akan Berusaha Memperjuangkannya”

Viewer: 1385
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 15 Detik

Jakarta|Staf Khusus Presiden Ev Lenis Kogoya STh MHum berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Papua yang meminta penerimaan CPNS dilakukan secara offline.

“Kita akan berusaha memperjuangkannya (tes CPNS secara offline),” kata Staf Khusus Presiden Ev Lenis Kogoya STH MHum, Senin (14/05/2019) saat dicegat Awak Media di kantornya di Jakarta.

Diakuinya, pihaknya sudah menerima surat tertulis dari Pansus Afirmasi Majelis Rakyat Papua (MRP), akan tetapi sebelum surat Pansus diterima oleh Istana, jauh sebelumnya telah dilakukan pertemuan antara pemerintah dengan Bupati/Walikota dan Gubernur di Istana Bogor.

“Sebelumnya memang telah disepakati bahwa penerimaan CPNS diadakan secara offline di Papua, karena pertimbangan berbagai hal. Misalnya, di daerah pegunungan tidak ada Internet, banyaknya batas usia Tenaga Honorer yang tidak lagi memenuhi syarat berdasarkan UU dan sejumlah alasan lainnya,” jelasnya.

Disampaikannya, meski telah ada kesepakatan dimaksud, namun pihak Kementerian PAN RB melanjutkan penerimaan CPNS secara online.

“Disitulah persoalannya, sehingga terjadi aksi protes dari masyarakat di berbagai daerah di Papua,” terangnya.

Baca Juga  Tidak Kordinasi dengan Pusat'New Normal' JR Saragih Jadi Kontroversi

Oleh karenanya, kata Lenis Kogoya, pihaknya akan meminta Kementerian PAN RB untuk menghentikan sementara proses penerimaan CPNS yang sedang berjalan itu.

“Penerimaan CPNS dan Tenaga Honorer sesuai pembicaraan sebelumnya mestinya diselesaikan dahulu, jikalau ada yang perlu dibenahi sebaiknya dibicarakan baik-baik, sehingga tidak terjadi aksi protes dari masyarakat,” pungkasnya.

Dia menilai, upaya Pansus Afirmasi dan DPRP Papua ke Jakarta untuk menyelesaikan kasus ini patut dia apresiasi dan dihormati.

“Saya sangat berterima kasih kepada Majelis Rakyat Papua dan anggota DPRD yang telah membangun komunikasi dengan baik. Langkah seperti ini patut ditiru dan diteladani. Saya harap dapat di pertahankan kedepan,” tandasnya.

Di samping itu, Lenis Kogoya meminta masyarakat Papua agar menghentikan aksi demonstrasi di berbagai daerah menunggu adanya kesepakatan atas masalah ini.

“Saya minta masyarakat harap tenang dan bersama menjaga ketenteraman. Saya akan berusaha menyelesaikan kasus ini. Karena kasus seperti ini juga telah saya selesaikan di Papua Barat. Mohon sabar menunggu,” ujarnya berlalu.

Baca Juga  Amankan Jalur lintasan, Polres Samosir Kawal Pelari Trail Of The Kings  

Sebelumnya, MRP dalam Rapat Pleno, Senin (8/4/2019) di ruang rapat MRP di Kotaraja Papua membentuk Lima Pansus antara lain, Pansus Afirmasi, Pansus Ham untuk Nduga, Pansus Banjir Bandang dan Air Naik di Danau Sentani, Pansus Kependudukan atau pendataan Orang Asli Papua (OAP) dan Pansus Pokok-Pokok Pikiran.

Selanjutnya Pansus Afirmasi bertemu Staf Khusus Presiden Ev Lenis Kogoya, STh MHum, Jumat (10/5/2019) di ruang rapat Sekretariat Negara Sayap Timur, Lantai 2 Jakarta Pusat.

Tim Pansus Afirmasi menyampaikan sejumlah permasalahan yang terjadi di Tanah Papua. Salah satunya, kesepakatan bersama pemerintah mengenai tes penerimaan CPNS secara offline, bukan online.

“Ini sebagai bentuk keberpihakan MRP kepada Orang Asli Papua (OAP)dan tenaga Honorer K-2 yang sudah lama mengabdi, tetapi belum diangkat jadi CPNS. Kalau pakai sistim online, maka Honorer K-2 ini jadi korban,” keluh Ketua Pansus Edison Tanati (Sukma Panjaitan).

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pangdam XII/Tpr Pimpin Tradisi dan Sertijab Pejabat Kodam

Arsip

Van Warna Putih Berjalan Zig-zag di Jalanan Kota Barcelona Tewaskan 13 Orang

Berita

Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu Bersama Sekda Hadiri Pembukaan MTQ ke-XXIX di Sintang

Berita

Sehari Setelah Dilantik, Wakil Wali Kota Pematangsiantar Ikuti Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Bersama Pemprovsu

Berita

Bupati Alor: Pencabutan Rekomendasi dan Dukungan Hak PDIP

Arsip

Tokoh Atheis Sebut Alquran Buku Penting yang Harus Dibaca Semua Orang

Berita

Wakil Walikota Pematangsiantar Ikuti Rapat Paripurna KUA, PPAS, dan APBD TA 2022

Berita

Proyek DAK Fisik Pendidikan Diduga Jadi Ajang Korupsi