Home / Berita / Daerah / Kriminal

Jumat, 8 Januari 2021 - 12:46 WIB

Sosok Youvanry Purba Korban Penganiayaan di Komplek Cendana PT. Bridgestone yang Dituduh Mencuri

Viewer: 655
0 0
Terakhir Dibaca:3 Menit, 33 Detik

Kompas Nasional I Simalungun

Sosok kepribadian Almarhum Youvanry Aldryansyah Purba (21) yang meninggal di rumah salah seorang manager di PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate Melangir, Nagori Dolok Merangir I, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, pada Minggu (27/12/2020) dini hari sekira pukul 00.40 WIB yang lalu dan kematiannya menyisakan tanda tanya besar.

Informasi langsung dari kediaman Almarhum yakni Lingkungan perumahan SD tempat tinggal dari Almarhum Youvanry Aldryansyah Purba  warga Komplek Perumahan SD 2 Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, pada Jumat (08/01/2021).

Menurut Sumarni yang merupakan orang tua Almarhum Youvanry Aldryansyah Purba bahwa anaknya memiliki kekurangan yakni mengalami gangguan kejiwaan.

“Gimana seperti orang gila itu, ya sudah mengalami seperti itulah dia (Yovanry). Namun sudah setahun belakangan ini dia sudah sedikit berubah dan membaik, cuma dia tidak pernah mau keluar rumah lagi. Ia didalam rumah aja sama kami, disuruh pangkas nggak mau. Nanti kalau mandi, mau sampai berminggu-minggu nggak mandi, cakap (bicara) kurang mau lah dia untuk bicara,” ungkap Sumarni, dengan pandangan mata memancarkan kesedihan.

Lanjut  ibunya menceritakan, Youvandry semasa hidupnya, mengalami gangguan kejiwaan selama 3 tahun terakhir ini. Karena keterbatasan biaya hidup, keluarganya tidak mampu membawanya berobat ditempat rehabilitas untuk gangguan kejiwaan.

“Hanya konseling ke klinik atau dokter saraf dan hanya mampu mendapatkan obat obatan dari resef dokter,” kata Sumarni sedih.

Menurut Sumarni, sebenarnya sudah ada  sedikit  perubahan dari sebelumnya setelah mengkonsumsi obat resep dokter. Namun tidak sembuh total dan tetap saja statistik kejiwaannya naik turun.

Baca Juga  Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, S.I.K., Ikuti Upacara Sertijab Kapolri Secara virtual

“Kadang mau dikasih obat kadang tidak. Jika dirinya merasa demam, Youvanry mau ketika diberi minum obat resep dokter tersebut, kata Sumarni menjelaskan kondisi anaknya.

Ibunya menceritakan kembali saat malam kejadian itu,  tidak  ada memiliki firasat apapun mengenai anaknya dan ketika Yovanry keluar rumahpun tidak permisi atau tidak bicara apapun. Sebab seperti biasanya hari-hari Yovanry hanya dihabiskan  dengan mendengarkan musik di kamar tidurnya dengan volume suara yang kuat dan bising.

Menurut Sumarni, ketika mendengarkan musik dengan suara yang kuat dan bising Youvanry terlihat tenang. Ada hal yang sangat disukai Youvanry semasa hidupnya yaitu Sepeda Motor Honda tahun 70. 
Ibunya pun melanjutkan kembali cerita tentang kepribadian anaknya bahwa, Almarhum suka dengan sepeda motor bututnya tersebut.

“Setiap hari mengendarai sepeda motor bututnya hanya di sekeliling depan rumah,  ya nanti kalau keluar dari pintu hidupkan kreta(Sepeda Motor) ya hanya di depan rumah ini aja. Sekali sampai dua kali keliling depan rumah, ya udah berhenti dan masuk rumah lagi”. Kata Ibunya sembari menirukan suara sepeda motor tersebut.

Kepribadian Yovanry semenjak mengalami gangguan kejiwaan membuat keluarga terpukul, bahkan untuk bicara saja tidak mau. Bahkan teman temannya datang untuk mengajak almarhum bermain sekalipun Youvandry tidak mau.

Ibunya kembali menceritkan bahwa, pernah suatu saat 
Yovanry keluar dari rumah ke 
Siantar  berjalan kaki.

“Sudah lama sekali ini pak waktu dulu lah, pernah keluar rumah jam sembilanmalam (21.00 WIB-red) dengan jalan kaki ke Siantar dan bawa tas ransel, isi tasnya buku buku bekas, Atlas, buku Yasin kecil, photo-photo buleknya(tante), pokoknya buku buku yang sudah nggak penting-penting lagi lah pak”, kata Sumarni.

Baca Juga  Bupati Hadiri Pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran Rantau Kalis

Dari cerita yang dikisahkan ibunya, bahwa almarhum semasa hidupnya tidak pernah mengganggu orang lain meskipun dalam kondisi gangguan kejiwaan dan bahkan tidak mau berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain.

Dengan mata berkaca-kaca dan sedih, Sumarni shock dan tidak menyangka hal yang ditimpa anaknya tersebut. Ia berharap keadilan terhadap hal yang dialami almarhum anaknya.

“Saya minta keadilan lah pak buat anak saya dan hukuman yang setimpal. Anak saya itu bukan binatang dan hewan. Sekalipun kalau dia mencuri, tidak sepantasnya mereka mencabut nyawa anak saya. Jadi harapan kami berikanlah keadilan kepada kami supaya anak kami tenang dialam sana.”

Lanjut Sumarni, kalaupun katanya dia maling, ya seharusnya serahkan sama yang berwajib karena negara kita ini negara hukum. Apalagi ini saya dengar seorang Manager, pasti kan pikirannya sudah cerdas, minimal pendidikannya itu tinggi.

“Dimanalah hati nuraninya itu, anak saya yang masih muda, dihabisi, sudah dihabisi dikeroyok, diborgol lagi ditambah lagi saya dengar secruity membantainya. Dimanalah hati mereka?. Apa mereka nggak punya anak?, sedangkan kita aja mau motong hewan ada tata caranya, kita ada kasihan sama hewan terluka, ujar Sumarni mengenang kematian anaknya yang tidak wajar.

Ini manusia loh. Jadi saya mohonlah keadilan agar dihukum sesuai perbuatannya”. Ungkapnya (Son)

Editor: Nilson Pakpahan 

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Sertijab dan Pisah Sambut Kalapas Kelas IIA Siantar Jejak Porman: 3 Rumah Ibadah Berdiri Berdampingan

Berita

Melalui Bank Sumut, Dishub Pematangsiantar Terapkan Sistim Penyetoran Retribusi Parkir

Berita

Sambut Ramadhan, Satgas Yonif 642 Gelar Do’a Bersama Warga*
Foto Mario Teguh

Berita

Mario Teguh Mangkir Pemeriksaan Kasus Robot Trading Net89

Berita

Sering Diobati, Warga Perbatasan dengan Sukarela Serahkan Senpi Rakitan kepada Satgas Pamtas Yonif 645/GTY 

Berita

Gelora Sah sebagai Partai Politik, Petingginya Temui Jokowi di Istana

Berita

Sutarmidji Menghadiri Acara Pencanangan Zona Integritas WBK

Berita

Hasil Sweeping, Satgas Pamtas Yonif 642 Kembali Amankan Pelaku Pembawa Sabu*