Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Beragam komentar dari orang tua murid jenjang pendidikan SD dan SMP mewarnai dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada hari ini, Kamis (23/9/21).
Meskipun PTM perdana tersebut masih bersifat simulasi dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Tapi orang tua cenderung berhati-hati sekaligus memantau situasi dan kondisi saat pembelajaran tatap muka terbatas digelar.
Amatan awak media dibeberapa lokasi sekolah yang mengelar PTM terbatas itu, masih ada orang tua yang tetap menunggu anaknya di lokasi yang tidak jauh dari sekolah tersebut. Padahal, para guru sudah memberitahu untuk tidak menunggu anaknya hingga jam pelajaran selesai. Agar tidak menimbulkan kerumunan didepan sekolah.
“Kami orang tua setuju aja sekolah dibuka kembali, tapi masih ada rasa khawatir. Iyu makanya saya tidak mau pulang, nungguin anak aja sampai selesai,”ucap Rahma.
Senada dengan Rahma, B. Silalahi(45), menyambut baik kebijakan pembelajaran tatap muka. Bahkan dia bilang anaknya juga antusias begitu ada wacana sekolah tatap muka. Namun, dia menyayangkan Informasi tersebut sangat mendadak.
“Informasinya mendadak, kami pun terburu-buru jadinya. Tadi malam baru disuruh,”sebut B. Silalahi.
Dia juga menginginkan agar protokol kesehatan yang diterapkan dalam pembelajaran tatap muka harus semakin ketat. Terutama di dalam lingkungan sekolah, karena bisa saja potensi kerumunan yang ditimbulkan ada pada saat pembelajaran di sekolah nanti.
Shinta (28) juga menuturkan yang sama dengan orang tua lainnya bahwa ia bahagia karena anaknya bisa sekolah tatap muka lagi. Pasalnya, anaknya yang baru duduk di kelas satu SD ini belum pernah merasakan bagaimana belajar di sekolah.
“Kalau prokes, ya itu memang harus ditaati sekali supaya aman. Apalagi tempat cuci tangan itu harus ada dan bersih,”tukasnya.
Toni Tambunan.






