Home / Berita

Kamis, 23 September 2021 - 23:04 WIB

Simulasi PTM Terbatas Jenjang SD-SMP Siantar Sudah Dimulai, Sejumlah Orang Tua Masih Kuwatir

Viewer: 414
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 23 Detik

Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Beragam komentar dari orang tua murid jenjang pendidikan SD dan SMP mewarnai dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada hari ini, Kamis (23/9/21). 

Meskipun PTM perdana tersebut masih bersifat simulasi dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Tapi orang tua cenderung berhati-hati sekaligus memantau situasi dan kondisi saat pembelajaran tatap muka terbatas digelar.

Amatan awak media dibeberapa lokasi sekolah yang mengelar PTM terbatas itu, masih ada orang tua yang tetap menunggu anaknya di lokasi yang tidak jauh dari sekolah tersebut. Padahal, para guru sudah memberitahu untuk tidak menunggu anaknya hingga jam pelajaran selesai. Agar tidak menimbulkan kerumunan didepan sekolah. 

Baca Juga  Update Kasus Covid-19 Global Selasa 28 Juli 2020, Total Terinfeksi Virus Corona 16,6 Juta

“Kami orang tua setuju aja sekolah dibuka kembali, tapi masih ada rasa khawatir. Iyu makanya saya tidak mau pulang, nungguin anak aja sampai selesai,”ucap Rahma. 

Senada dengan Rahma, B. Silalahi(45), menyambut baik kebijakan pembelajaran tatap muka. Bahkan dia bilang anaknya juga antusias begitu ada wacana sekolah tatap muka. Namun, dia menyayangkan Informasi tersebut sangat mendadak. 

“Informasinya mendadak, kami pun terburu-buru jadinya. Tadi malam baru disuruh,”sebut B. Silalahi. 

Baca Juga  Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut Serahkan Penghargaan Paritrana Award 2019 Kepada Bupati Tapsel

Dia juga menginginkan agar protokol kesehatan yang diterapkan dalam pembelajaran tatap muka harus semakin ketat. Terutama di dalam lingkungan sekolah, karena bisa saja potensi kerumunan yang ditimbulkan ada pada saat pembelajaran di sekolah nanti. 

Shinta (28) juga menuturkan yang sama dengan orang tua lainnya bahwa ia bahagia karena anaknya bisa sekolah tatap muka lagi. Pasalnya, anaknya yang baru duduk di kelas satu SD ini belum pernah merasakan bagaimana belajar di sekolah. 

“Kalau prokes, ya itu memang harus ditaati sekali supaya aman. Apalagi tempat cuci tangan itu harus ada dan bersih,”tukasnya.

Toni Tambunan.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty Menerima Kunjungan Bataliyon B Pelopor Brimob Polda Kalbar dan Dit Samapta Polres Bengkayang (K-9)

Berita

Kapolsek Sepauk Berhasil Gulung Perjudian Kolok Kolok

Berita

Ketua TP PKK Kabupaten Melawi Ibu Raisya Sabrina Lakukan Kegiatan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)*

Berita

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Bersama Warga Gotong Royong Bersihan Saluran Irigasi Di Perbatasan.

Berita

Penuhi Janji, Kapolri Jenguk Sinta Aulia Anak yang Sakit Tumor Kaki

Berita

Banyak Korban Patah Tulang, Dokter Ortopedi Lebih Dibutuhkan di Lombok
Foto Ilustrasi pernikahan

Berita

Pria 68 Tahun di Tanjungbalai Nikahi Remaja Berusia 15 Tahun

Berita

Kapoksahli Pangdam XII/Tpr dan Tim Survei BNPP Kunjungi Sektor Timur Perbatasan Kalbar