Home / Berita

Minggu, 13 Juni 2021 - 08:52 WIB

Bupati Tapsel : Di Masa Pandemi Covid-19, Sektor Pertanian Tapsel Diprioritaskan

Viewer: 396
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 57 Detik

TAPSEL-(kompas nasional ) Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Dolly Pasaribu, SPt MM, menyebut bahwa pihaknya saat ini tengah memprioritaskan pembangunan di sektor pertanian guna mendukung ketahanan pangan Nasional. Program prioritas di sektor pertanian itu pula, kata Bupati, yang menjadi rumusan untuk pembangunan Tapsel ke depan.

“Sejak mewabahnya Covid-19 di negara kita, sektor yang justru bertahan bahkan maju yakni sektor pertanian. Setelah mendalami dan melihat potensi Tapanuli Selatan, maka prioritas kami ke depan adalah membangun sektor pertanian,” ujar Bupati saat menghadiri panen perdana bawang merah binaan Karang Taruna Tapsel di Desa Sugi, Kecamatan Marancar, Jumat (11/6).

Menurut Bupati, panen perdana bawang merah kali ini, dapat memberikan edukasi, motivasi, serta inovasi ke pemuda Karang Taruna di bidang pertanian. Sekaligus bisa mengembangkan potensi sumber daya alam di desa, dengan didukung sumber daya manusia pembangun dan mempunyai semangat kreativitas, inovasi dan berjiwa entrepreneur.

Baca Juga  Sambut HUT TNI ke-76, Kodam XII/Tpr Gelar Bakti Sosial Donor Darah

“Saya turut bangga kepada kawan-kawan Karang Taruna yang ikut mempelopori apa yang menjadi harapan kami. Semoga produk pertanian kita, bisa mendongkrak perekonomian masyarakat Tapanuli Selatan dan dapat bersaing baik ditingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” harapnya.

Seusai panen perdana, Bupati berharap agar penanaman bawang merah ke depan dapat terus dikembangkan, agar dapat memenuhi kebutuhan lokal dan bila perlu, bisa diekspor ke luar negeri. Tanaman bawang merah juga, menurut Bupati sejalan dengan apa yang kerap ditekankan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi,

“Di mana, Gubernur selalu menekankan bahwa tanaman yang perlu dibudidayakan di Tapsel yakni bawang putih, cabe merah, cabe hijau, dan bawang merah, seperti yang kita lakukan panen perdana pada hari ini,” terang Bupati.

Tak lupa, Bupati mengucapkan terima kasih atas semangat segenap pengurus Karang Taruna Tapsel maupun Kepala Desa Sugi yang telah membantu dan menyediakan lahan untuk dikelola. Kiranya, budidaya tanaman bawang merah tersebut dapat terus berlanjut.

Baca Juga  SIJAGO MERAH KEMBALI BERAKSI DI DESA TAPIAN NAULI KECAMATAN LINTONG NIHUTA HUMBAHAS

Sebelumnya, Ketua Karang Taruna Tapsel, Bangun Ritonga, menyampaikan bahwa, program budidaya usaha ekonomi produktif bawang merah usaha itu merupakan Karang Taruna binaan dari Karang Taruna Tapsel. Sebab, sejak 3 April 2021 lalu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Marancar telah programkan penanaman budidaya bawang merah.

“Lalu program tersebut kita sinkronkan dengan program Karang Taruna Kabupaten Tapsel,” jelasnya.

Adapun alokasi dana tersebut berasal dari dana hibah Karang Taruna Tapsel. Sedangkan lahan budidaya tanaman bawang merah itu merupakan lahan pinjam pakai dari tanah Kepala Desa Sugi dengan luas sekitar setengah hektar.

Turut hadir, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, mewakili Kadis Sosial, dan Kepala Desa Sugi. (Ikhfan)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Ketua Dekranasda Yanieta Arbeastutie Kamtono Gelar Pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan

Berita

Bakal Cawapres AS Tammy Duckworth Ternyata Mantan Anak Jakarta, Habiskan Masa SMP-SMA di Indonesia

Berita

Peran Polri Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Sangat Signifikan*

Berita

Bupati Tapanuli Utara Hadiri Pelantikan Pengurus KONI 2019- 2023.

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Berita

MUSIBAH MENIMPA ANGGA SEPTIADI, BUTUH PERHATIAN KESRA PEMKAB SINGKAWANG.

Berita

Pemilik Diduga Memelihara Begu Ganjang, Dua Unit Rumah Dirusak Warga di Sumbul

Berita

Muncul Petisi 25 Ribu Orang Minta Budi Arie Tak Mundur dari Menkominfo