Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Sejumlah tenaga medis dan staf Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Kartini di Jalan Dahlia, Kota Pematangsiantar, terpapar Covid-19. Dinas Kesehatan menginstruksikan agar puskesmas di-lockdown atau ditutup total untuk sementara waktu.
Amatan awak media di lapangan, pasca penutupan mulai hari ini Selasa (16/7/21), suasana Puskesmas Kartini terlihat sepi. Terdapat tulisan sederhana ditempel depan gerbang yang bertuliskan pelayanan tutup dan mulai normal 4 Agustus 2021.
Akibatnya, sejumlah warga tidak bisa masuk untuk memeriksakan kesehatannya.
Kepala Puskesmas (Kapus) Kartini, Zakia Husna Nasution melalui sambungan telepon, tidak menapik bahwasanya Puskesmas tersebut harus ditutup. Ia membenarkan Puskesmas lockdown menyusul sejumlah tenaga kesehatan (nakes) positif Covid-19.
“Totalnya ada 7 orang yang positif, kami imbau mereka karantina di rumah,”katanya dengan singkat.
Pihaknya menduga, nakes terpapar Covid-19 akibat memiliki mobilitas tinggi, sehingga diprediksi seluruh pegawai lainnya memiliki kontak erat dengan para nakes terpapar tersebut. Selain itu, pada warga yang datang berobat ke Puskesmas. Baik itu yang ingin melakukan swab ataupun lainnya.
Selain melakukan tracing kepada seluruh karyawan baik nakes dan non nakes, pihaknya juga melakukan general cleaning. Diharapkan, tidak ada virus yang menempel di kantor puskesmas.
“Pelayanan sementara dialihkan ke Puskesmas Raya, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat. Atau boleh juga ke Puskesmas Singosari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar,”terang Zakia.
Disamping itu, ucap dia, penutupan sementara puskesmas Kartini tersebut dimaksudkan untuk mencegah terus meluasnya penularan Covid-19, dan memutus mata rantai penyebaran dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan.
“Masyarakat untuk sementara ini tidak dulu datang ke area puskesmas,”Ujar Zakia.
Toni Tambunan







