Home / Berita

Kamis, 18 Agustus 2022 - 18:24 WIB

Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty Bersama RSUD Temenggung Gergaji Berantas Malaria 

Viewer: 302
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 55 Detik

Entikong, Kalbar − KOMPAS NASIONAL.Com-Malaria telah lama menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Dengan itu Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty Bekerja sama dengan RSUD Temenggung Gergaji Berantas Malaria dengan diadakannya Screening Malaria/Penjangkauan Pemeriksaan Malaria terhadap seluruh prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/Gty dan Termasuk prajurit Tentera Diraja Malaysia (TDM), bertempat di Makotis Gabma Entikong, Kec. Entikong, Kab. Sanggau. Kamis, (18/08/2022).

Hal ini Disampaikan Dansatgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty, dalam keterangannya dan sekaligus kegiatan Screening Malaria ini di buka langsung oleh Dansatgas, di Ruang Pendopo Makotis Gabma Entikong.

Dansatgas Mengatakan, bahwa seluruh prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/Gty dan termasuk yang baru bergabung prajurit Tentera Diraja Malaysia (TDM) harus sehat dan terhindar dari Penyakit Malaria, Malaria telah lama menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Oleh karenanya Kami Satgas Pamtas bekerja sama dengan RSUD Temenggung Gergaji Berantas Malaria dengan melaksanakan Screening Malaria dalam waktu 3 (tiga) hari kedepan tanggal 18-20 Agustus 2022 yang diadakan di Makotis Kami. Ujar Dansatgas

Baca Juga  Dr. Darmawan Yusuf (LCM Golden Estate) dan Hongme (LCM Grace) Pimpin Penyaluran Bantuan Korban Kebakaran di Medan Area

Direktur RSUD Temanggung Gergaji, Dr. Hidayat Samiaji mengatakan Penyakit Malaria merupakan salah satu masalah utama kesehatan masyarakat di seluruh dunia, termasuk di daerah perbatasan oleh karena itu dalam rangka memeriahkan Kemerdekaan RI Ke-77 RSUD Temanggung Gergaji bekerjasama dengan Satgas Pamtas akan melaksanakan kegiatan penanggulangan malaria di lingkungan TNI selama 3 (tiga) kedepan Khususnya Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Satgas Pamtas Yonif 645/Gty di perbatasan RI-MLY di Kabupaten Sanggau, Adapun yang dilakukan yakni melalui kegiatan preventif pemeriksaan malaria dengan menggunakan test diagnostik cepat (RDT) Rapid Diagnostik Test.

Baca Juga  Prestasi Gemilang, 16 Siswa MAN Pematang Siantar Raih Honorable Mention Di Ajang Makarim Institute 2021.

Malaria merupakan penyakit yang mudah menyebar melalui gigitan nyamuk dan bisa berakibat fatal jika tidak langsung ditangani. Meski bisa dicegah dan disembuhkan, penyakit ini juga dapat menyebabkan anemia berat, gagal ginjal, bahkan kematian.
Dokter Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Letda Ckm dr. Arraniri mengatakan, Pada dasarnya malaria merupakan penyakit yang disebabkan parasit Plasmodium yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina terinfeksi. Gejala awal dari malaria adalah demam, sakit kepala, dan menggigil kedinginan, biasanya muncul 10-15 hari setelah gigitan nyamuk, Parasit dapat menyebabkan infeksi dan menghancurkan sel darah merah. Jika tidak diobati sesegera mungkin, malaria dapat berkembang menjadi penyakit parah dan berisiko besar pada kematian. Ujar Dokter Satgas
(Pen Satgas Pamtas Yonif 645/GTY)

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Hipmabol Menolak Masuknya Vaksin Sinovac di Halsel & Botang Lomang

Berita

Kapolres Kubu Raya Takziah ke Pemakaman Orang Tua Wakil Bupati Kubu Raya

Berita

Update Covid-19 di Kabupaten Samosir 25 Agustus 2021, Tambah 4 Kasus, Sembuh 14 kasus, Meninggal Dunia 1 orang dan Kasus Aktif 222

Arsip

Kapolri: Pelantikan Komjen Tito Digelar 13 Atau 14 Juli

Berita

Tingkatkan Peran dan Fungsi Posyandu, Seksi Promkes Kunjungi 16 Kecamatan

Berita

Polres Samosir Respon Cepat Dugaan Penyerobotan Lahan di Desa Palipi

Berita

Hadiri Rakoor PPKM Mikro, Babinsa Sukabangun Sampaikan Ini.

Berita

Pabrik Petasan Meledak di India, Setidaknya 19 Orang Tewas