Kompas Nasionsl l PEMATANGSIANTAR-Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas, merupakan momen melepas rindu antara guru dan murid setelah hampir dua tahun pembelajaran melalui dalam jaringan (daring) atau pembelajaran jarak jauh(PJJ).
Momen melepas rindu tersebut diungkapkan oleh Prank Triana Sari guru sekaligus humas di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Pematangsiantar, Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar. Ia merasa bahagia bisa melihat anak didiknya dengan riang gembira kembali ke sekolah untuk belajar.
“”Alhamdulillah, bahagia rasanya, dan sangat bersyukur bisa bertemu dan belajar bersama murid-murid lagi. Akhirnya rasa rindu kami terhadap murid-murid terbayar tuntas dengan adanya Simulasi PTM ini,” ungkap Prank Triana sari Jumat,(24/9/2021).
Frank Triana juga berharap “Semoga pandemi ini cepat berlalu, supaya dalam melakukan proses belajar mengajar bisa dilaksanakan seperti dulu lagi serta orangtua juga tidak resah dengan belajar daring”katanya
Hal tersebut juga di ungkapkan salah satu siswi SMAN 5 Pematangsiantar Vasiya Kelas XI bahwa mulai kelas X di sekolah ini saya belum pernah ketemu dengan guru-guru saya, jadi saya kepinginlah masuk sekolah dan belajar tatap muka meskipun masih terbatas.
“Saya sekarang sudah semangat dan senang sudah bisa mengenal guru-guru saya. Selama ini saya hanya kenal namanya saja, sementara wajahnya belum tau gimana orangnya” ucap Vasiya dengan semangat.
Pantauan awak media Pelaksanaan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMAN 5 Pematangsiantar berjalan dengan baik dan kondusif juga menerapkan prokes dengan sangat ketat.
Hampir dua tahun lamanya siswa tidak tatap muka dengan gurunya, dengan terbitnya SKB empat Menteri daerah yang sudah level 3 diberikan tatap muka terbatas. PTM terbatas ini yang ditunggu siswa-siswi bisa berjumpa dengan gurunya, terlihat di SMAN 5 Pematangsiantar pada saat simulasi tampak anak-anak semangat dan antusias mengikuti Simulasi PTMT.
Panitia Penyelenggara simulasi sekaligus satgas Covid-19 SMAN 5 Pematangsiantar, SD. Sijabat wakasek sarana dan prasarana bersama J. Saragih wakasek bidang kesiswaaan dan FrankTriana Sari SPd Humas SMAN 5 Pematang Siantar saat di mintai tanggapannya mengatakan, Pelaksanaan Simulasi PTMT hingga saat ini masih dalam keadaan baik dan lancar, aman dan terkendali. Simulasi PTMT dilaksanakan selama satu minggu, sampai hari kelima simulasi terus kita pantau, anak-anak dalam keadaan baik-baik.
Pandemi Covid-19 Pembelajaran tatap muka tidak bisa dilakukan langsung, tapi kita bersyukur dikota Pematangsiantar sudah level tiga. Mudah-mudahan masyarakat mendukung prokes semoga turun lagi ke level dua, satu bahkan hijau sehingga aktivitas berjalan dengan normal” kata SD. Sijabat
“Selama kita melaksanakan PJJ (daring) tidak bisa terpenuhi pencapaian atau target yang disampaikan oleh guru dalam proses belajar mengajar. “Kenapa saya katakan begitu kalau kita mengajar langsung tatap muka dengan siswa ada sebuah interaksi antar guru dengan siswa. Ketika belajarnya melalui daring keterbatasannya banyak sekali, dan ada juga kesempatan anak-anak berleha-leha” ujarnya.
Ia juga mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah sudah diperbolaehkan simulasi PTM meski pelaksanaanya masih terbatas, kegiatan simulasi ini bertujuan mengantisipasi anak-anak tidak ragu pada melakukan PTM nantinya. Untuk persiapan pada SMAN 5 sudah membuat SOP nya serta mentaati anjuran dari Pemerintah. Kita juga berharap semua pihak harus berusaha mencegah dan sama-sama mentaati prokes.
“Kita juga tidak memaksakan anak-anak kesekolah, ada dua pilihan kita tawarkan kepada anak-anak yaitu “belajar daring atau tatap muka” kita berikan kebebasan untuk dibicarakan bersama orangtua siswa dirumah. Jadi belajar daring tetap berjalan meskipun ada PTM terbatas berlangsung”. jelasnya.
Dan apabila anak-anak terdeteksi suhu badannya tinggi, kita sudah menyiapkan ruang UKS untuk menangani lanjutannya. Apabila kita melakukan PTM terbatas nantinya kita membuat dua class dalam satu class peserta didik hanya 17 pesen dalam satu ruangan.
J Saragih juga menambahkan bahwa informasi yang diberikan kepada siswa lakukan melalui Class room atau group WA Class masing-masing baik informasi dari kepsek, guru BP serta guru wali kelas selalu tetap dilakukan komunikasi dengan anak-anak. Dalam melakukan simulasi PTM terbatas ini, kita sudah komunikasi baik dengan orangtua siswa dan senuanya merespon dengan baik” kata J. Saragih wakasek kesiswaan
“Kami juga menghimbau kepada orangtua siswa, sebelum berangkat kesekolah anak-anak sudah dipastikan sehat, juga menyampaikan kepada orangtua kalau anak-anak kurang sehat, jangan dipaksakan kesekolah” pungkas J Saragih.
Toni Tambunan.







