Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Ekonomi / Nasional / Reviews

Senin, 11 April 2016 - 10:28 WIB

Rupiah Menguat ke Rp 13.109 per USD

Viewer: 608
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

Laju nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) dibuka menguat di perdagangan hari ini, Senin (11/4).

Mengutip data Bloomberg, Rupiah dibuka di Rp 13.130 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.143 per USD.

Di awal perdagangan, Rupiah langsung bergerak menguat ke level Rp 13.109 per USD.

Gubernur BI, Agus Martowardojo sebelumnya mengatakan, perkembangan ekonomi dunia sangat dinamis, bahkan pertumbuhannya cukup pelan. Misalnya, Jepang dan Eropa yang mengalami negative interest rate hingga berdampak pada dana mengalir ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Dana yang masuk itu kemudian membuat mata uang kita menjadi kuat. Karena begitu banyak dana yang masuk. Dan juga demand valuta asing akan tidak terlalu besar dalam kuartal 1 ini. Jadi membuat ini lebih kuat,” ujarnya di Jakarta, Rabu (23/3) lalu.

Baca Juga  Sanusi Gunakan Uang Suap untuk Bangun "Sanusi Center"

Meski banyak dana masuk ke Tanah Air tetap ada risiko yang harus diwaspadai. Misalnya, risiko dari Amerika Serikat (AS) yang berpotensi menaikkan kembali Fed Fund Rate. Sehingga kondisi tersebut harus diantisipasi jika tidak mau dana yang masuk tersebut kembali hengkang dari Indonesia.

“Risiko itu misalnya kalau di Amerika nanti bunga atau fed fund ratenya dinaikkan, dan mungkin dinaikkan tidak besar, tapi kita lihat ada kecenderungan untuk dinaikkan itu bisa berdampak kepada dana itu keluar. Nah kalau dana itu keluar dan kita tidak antisipasi, itu bisa menyebabkan nilai tukar itu cukup bergejolak,” jelas dia.

Baca Juga  Wagub Ria Norsan Terima Audiensi Ketua DPW-JPKP Kalbar

Karena itu, BI akan menjaga agar nilai tukar mata uang Garuda tetap berada dalam posisi fundamental. Sehingga, jika terjadi situasi yang tidak menguntungkan maka tidak akan terlalu membuat nilai tukar tergerus lebih dalam.

“Fundamental kita itu akan jaga sehingga tidak akan terjadi kondisi tidak menguntungkan kepada Indonesia karena mata uang yang terlalu kuat, atau membuat Indonesia kurang kompetitif dalam melakukan ekspor dan juga untuk menjaga adanya satu keseimbangan,” tutupnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Polri: 13 Terduga Teroris yang Ditangkap di Riau Jaringan Jemaah Islamiyah

Berita

Tiang Pancang Dermaga Desa Sebubus Terlihat Miring Apakah Sudah Sesuai Speksifikasi Teknis…?

Berita

Fosil Badak Raksasa Ditemukan di China, Lebih Tinggi dari Jerapah

Asahan

Muskab FHI, Bung Dian S, Kembali Terpilih Secara Aklamasi

Berita

Kapolres Siantar Gelar Pelatihan Tactical Floor Game & Tactical Wall Game

Arsip

Dunia Kembali Berduka, Penyanyi Legendaris Prince Meninggal

Berita

Satu Warga Ternate Hilang Saat Memancing

Berita

Penyerahan Petikan SK dan Surat Perjanjian Kerja P3K Penyuluh Pertanian di Pemkab Samosir