Home / Berita / Daerah / Kriminal / Nasional / Reviews

Senin, 12 Februari 2018 - 10:36 WIB

ri Sultan Hamengkubuwono X Minta Masyarakat Tenang dan Tidak Terprovokasi

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penyerangan yang terjadi di Gereja Santa Lidwina

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penyerangan yang terjadi di Gereja Santa Lidwina

Viewer: 527
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

KompasNasional.com |Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X mengaku sedih dan prihatin terhadap penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Bedoh, Trihanggo, Sleman. Sri Sultan kemudian meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Saya sangat sedih dan menangis, kenapa Yogyakarta begini,” kata Sultan usai menjenguk korban penyerangan di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, Minggu 11 Februari 2018 malam.

Sultan sedih karena saat kejadian dirinya tengah berada di Jakarta dan tidak bisa pulang cepat. Baru sore hari bisa mendapat tiket pesawat. Begitu turun pesawat beliau langsung ke rumah sakit.

Sultan mengaku tidak bisa memahami dan mengerti perbuatan keji tanpa rasa kemanusiaan tersebut. Umat yang sedang melaksanakan ibadah justru menjadi korban kekerasan. Dia meyakini, kekerasan seperti ini bukan karakter masyarakat Yogyakarta.

Baca Juga  Sekda Dr.Mulyadi Apresiasi Kinerja ASN Kota Pontianak Raih Predikat BB untuk SAKIP dan Predikat B untuk RB

“Ini tidak boleh terjadi lagi,” katanya.

Untuk itu Sultan akan melakukan koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten (Forkompinda), satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan organisasi masyarakat di Sleman. Kesepakatan yang sudah terjalin untuk tidak melakukan kekerasan dan saling menjaga toleransi umat beragama harus tetap dijaga.

Dia juga mengingatkan tentang perbedaann agama yang harus dihargai dan disikapi dengan bijaksana. Polisi dan aparat keamanan, kata dia, juga harus ikut menjaga kebebasan umat dalam melaksanakan ibadah sesuai keyakinannya.

Baca Juga  DPRD Samosir dan Tim Legislasi Daerah bahas Ranperda

“Warga untuk bisa mewaspadai dan tidak terprovokasi terhadap kejadian. Intoleran harus diantisipasi,” ungkapnya.

Sultan berkeyakinan masyarakat Yogyakarta memiliki kesadaran dalam mewujudkan suasana aman dan kondusif. Menurutnya, umat tidak perlu takut untuk beribadah karena pemerintah akan melindungi dan menjamin keamanan bagi seluruh masyarakat.

Sementara, Uskup Agung Semarang Robertus Rubiyatmoko berharap kasus ini bisa diusut tuntas dan profesional. Dia pun mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Masyarakat wajib untuk menjaga kehidupan bersama.

“Manusia memiliki hak untuk hidup tenang, ini harus diwujudkan bersama. Indonesia dibentuk dari multi kultural. Kejadian ini telah melukai nilai-nilai Pancasila,” katanya.(Inews/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Borneo Jadi Kalimantan: Malaysia Berang, Takut Sabah Hilang

Berita

Wakil Komandan Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty meghadiri Even Budaya Gawai Sowa Dayak Widayu

Berita

Pemkot Pontianak Akan Segera Bantu Korban Puting Beliung di Banjar Serasan

Berita

Казино Gold Input Vulcan обустроено казино Вулкан Платинум игровым автоматически через Realtime Gaming

Kriminal

Oknum Polisi Menyambi Jadi Sales Semen, Uang Rp 1,7 Miliar Tak Disetorkan

Berita

Dua Bulan Lagi Lunas Mobil Disita, Debitur Laporkan PT.SMS Finance Ke Polisi

Berita

Sambangi Rumah Warga, Satgas Pamtas Yonif 642 Bagikan Takjil*

Berita

Hari Bhayangkara Ke-75, Momentum Terbaik Untuk Perkuat Sinergitas Tangani Covid-19 Secara Presisi