Home / Berita / Daerah / Headline News / Kriminal / Medan / Nasional

Jumat, 4 November 2022 - 09:27 WIB

Bea Cukai Sumut Sita 2,4 Juta Batang Rokok, Kerugian Rp 2 M Lebih

Viewer: 242
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 5 Detik

Medan, Jejaknasional.com – Bea Cukai Sumatera Utara menyita 2,4 juta batang rokok ilegal dan 449 ballpress pakaian ilegal hingga Oktober 2022. Nilai barang selundupkan itu mencapai Rp 5,9 miliar dan potensi kerugian negara Rp 2,5 miliar.
Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara, Achmad Fatoni menjelaskan penindakan tersebut bersinergi dengan Kantor Bea dan Cukai Medan, Teluk Nibung, Kuala Tanjung, Sibolga, Kanwil Khusus Bea dan Cukai Kepulauan Riau. Dari pengungkapan itu sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka.

“Ini penindakan yang dilakukan periode September-Oktober 2022. Ada empat penindakan yang dilakukan,” kata Fatoni saat diwawancarai, Kamis (3/11/2022).

Dia menjelaskan hasil penindakan pertama, untuk tersangka berinisial M itu didapati sejuta batang rokok ilegal merk Camclar yang dibawa dalam 100 karton. Rokok itu tidak dilekati pita cukai.

M diamankan pada 23 September 2022 sekitar pukul 15.00 WIB di pintu Tol Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Baca Juga  LOGO TOBA RESMI DIPAKAI BERSAMAAN PELANTIKAN BUPATI/WAKIL BUPATI TOBA

Kedua, ada enam tersangka berinisial B,SM, SR, NS, R, dan MF yang membawa 449 ballpress pakaian bekas. Para tersangka ini membawanya menggunakan satu unit kapal motor yakni Kapal KM Cahaya Baru GT. 34 No:1125/Ppe di Perairan Pulau Berhala, Serdang Berdagai.

“Baju bekas ini berasal dari Port Klang Malaysia dengan tujuan Kabupaten Batu Bara pada 23 Oktober 2022 sekitar pukul 22.15 WIB,” ungkapnya.

Ketiga, tersangka inisial N yang membawa 130.000 batang rokok merk Luffman tanpa dilekati pita cukai. N diamankan pada 1 November 2022 sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Sisingamangaraja, Kota Sibolga.

Keempat, tersangka M yang menimbun 1.270.000 batang rokok ilegal merk Camclar tanpa dilewatkan pita cukai. M diamankan pada 12 Oktober 2022 sekitar pukul 16.30 WIB.

Lokasinya di Gudang Ekspedisi CV. Dua Bintang Trans, Jalan Bandara Kualanamu KM 8-9, Deli Serdang.

Baca Juga  Darmawan Yusuf Mendukung Penuh Instruksi Kapolri Berantas Premanisme dan Pungli di Pelabuhan

“Perkiraan nilai barang berupa rokok illegal dan ballpress yang akan diselundupkan sejumlah Rp 5.938.900.000 dan potensi kerugian negara Rp 2.500.100.000,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya bersinergi dengan TNI-Polri serta Pemda untuk melakukan penegakan hukum pada Januari hingga Oktober 2022.

Hasilnya telah melakukan penindakan hasil tembakau berupa Rokok sebanyak 13.003.990 batang dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 12.401.354.385.

Pihaknya juga telah melakukan 22 kali penyidikan dan telah melimpahkan berkas perkara tersebut ke Penuntut Umum untuk disidangkan atas dukungan dan bantuan dari pihak Kejaksaan.

Dikatakan, peredaran rokok-rokok ilegal dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan industri rokok dalam negeri. Walhasil, bila pabrik rokok dalam negeri tutup, akan berdampak pada PHK yang besar serta mengurangi pendapatan negara.

(Hendra/Dtk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kisah Perjuangan Anak Tukang Pangkas di Aceh Lulus Akademi Militer TNI
Pesta Syukuran Kelahiran Anak Berubah Petaka, 24 Meninggal Mendadak, Puluhan Kritis-KompasNasional

Arsip

Pesta Syukuran Kelahiran Anak Berubah Petaka, 24 Meninggal Mendadak, Puluhan Kritis

Berita

Markas Komando Distrik Militer 1208/Sambas Gelar Peresmian Masjid Mujahidin

Berita

Sekda Tapsel : Kegiatan Keilmuan di Masjid Dapat Jadikan Iman dan Amal Lebih Baik

Berita

Airlangga Umrohkan Ustad Korban Penusukan di Aceh Tenggara

Berita

Perpustakaan SMAN 1 Matauli Pandan Terima Sertifikat Akteditasi “A” Dari Perpustakaan Nasional RI

Berita

Hefriansyah Berharap Pembahasan Raperda Tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Segera Diajukan

Berita

Dua Alat Berat Exavator Disita Polda Kalbar Dari 2 Lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin di Bengkayang