Jakarta | Belum lama ini bangsa Indonesia sangat bangga dengan prestasi yang diukir salah seorang Putri terbaiknya Alvionita Kogoya. Kendati berasal dari pelosok Indonesia, lahir di Nduga, Papua namun Alvionita dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan meraih medali perunggu dalam World Mathematics Team Championship (WMTC) tahun 2014 yang digelar di China.
Saat itu Alvionita Kogoya masih duduk di bangku SMP, tapi beragam juara lomba matematika tingkat nasional dan internasional dapat diraihnya.
“Kalau dari Wamena ke tempat saya di Nduga itu harus jalan kaki, sekitar tiga sampai empat hari. Di sana cuma ada satu guru mengajar satu sekolah, alasnya tanah dan dindingnya kayu,” cerita gadis yang akrab disapa Nita itu kepada Jokowi, Kamis (18/07/2019) di Istana Negara.
Jokowi lalu balas bercerita saat dia berencana ke Nduga, sempat dilarang oleh Panglima TNI. Wilayah Nduga termasuk dalam zona merah. Saat itu Jokowi naik helikopter ke lokasi karena beratnya medan tempuh.
“Tahun ini saya janji jalan dari Wamena ke atas lewat Nduga, kemudian masuk ke Merauke moga-moga akhir tahun ini dikebut Kementerian PU dan TNI, insya Allah sudah kebuka jalannya. Belum diaspal dulu, yang penting kebuka dulu jalannya,” kata Jokowi.

Setelah lulus SMA, Nita hendak melanjutkan studinya ke Fakultas Kedokteran UI.
“Soalnya di sana dokter itu satu kabupaten cuma satu, yang lainnya mantri. Terus nanti (saya) mau buat RS. Di sana itu kita benar-benar belum ada aspal, jadi ke mana-mana jalan kaki bahkan kalau orang sakit keras enggak ada RS disana, harus naik helikopter ke kota lagi,” tandasnya.
Kemudian putri asli Papua lainnya Listra Kogoya belum lama ini berhasil lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) dan dilantik menjadi Perwira Kepolisian oleh Presiden RI di Istana Negara. Listra Kogoya lahir di daerah terpencil Lualo, Suku Lanny Jaya 28 Juni 1996. Meski pekerjaan almarhum ayahnya Apner Kogoya hanya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Puskesmas Gamilia dan ibunya Derina Yikwa hanya Ibu Rumah Tangga (IRT) saja, namun tidak menyurutkan niat Listra Kogoya untuk meraih cita-citanya. Bersama 306 orang Akpol terdiri dari 256 putra dan 50 orang putri, Listra Kogoya salah satu yang dilantik.
Orang Asli Papua (OAP) lainnya bermarga Kogoya saat ini mengukir prestasi gemilang di Negara ini adalah Ev Lenis Kogoya MHum. Presiden Joko Widodo mengamanahkan tugas penting sebagai Staf Khusus Presiden kepada Ev Lenis Kogoya MHum.
Sebagai anak desa yang terlahir dari Pelosok pegunungan, Ev Lenis Kogoya MHum membuat banyak terobosan untuk Bumi Cenderawasih.
Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Nusantara ini membuat berbagai terobosan dan perbaikan di bidang Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan, Pertanian dan Sumber Daya Manusia (SDM).
Pemerintah membangun jalan nasional sepanjang 4.330,07 kilometer, yang membentang dari Sorong, Papua Barat (1.070,62 km) ke Merauke, Papua (3.259,45 km).Kemudian jalan perbatasan di Papua sudah tembus sepanjang 919 km dan 179 km lagi ditargetkan tahun ini akan selesai dikerjakan.
Berkat kerja kerasnya, ribuan anak-anak Papua bersekolah di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia, bahkan sampai ke tingkat Luar Negeri.Kerja kerasnya sangat fantastis, antara 1.500 hingga 1.600 mahasiswa OAP setiap tahunnya kuliah di Universitas Negeri di Indonesia dan Luar Negeri.Terobosan lainnya, Lenis Kogoya mulai merintis Sekolah Penerbangan di Biak, Papua. Maksudnya, agar generasi penerus OAP dapat menjadi Pilot-pilot profesional. Selain itu, mendirikan Akademi Pertanian Diaspora Bung Karno di Wamena. Bahkan mendatangkan mesin dan instruktur (pelatih) tenunan untuk melatih ibu-ibu belajar industri kreatif. Hasil kerajinan ibu-ibu rumah tangga berupa tas, kemeja dan souvenir bermotif Papua dan kerajinan lainnya akan berkembang di Papua.
Saat ini pemerintah membangun 4 (empat) Rumah Sakit bertaraf rujukan nasional di Papua. Lokasinya di Merauke, Biak, Nabire dan Wamena, dimana sebagai dana awal pemerintah pada tahun 2015 menyediakan dana Rp.250 miliar.
Prestasi besar yang diukir Putra-putri terbaik Papua ini patut diapresiasi segenap rakyat Indonesia. Pasalnya, selain membawa nama harum bangsa Indonesia juga mencerminkan Kebhinekaan dan betapa besar serta luasnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Semoga Tanah Papua terus menerus melahirkan Putra dan Putri terbaiknya sehingga Ibu Pertiwi bangga atas aset dan harta karunnya (AW).







