Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Disdik Sumut) Cabang Dinas (Cabdis) Siantar pada pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun 2022 tahap pertama untuk SMK Negeri dan SMA Negeri sederajat berjalan lancar.
Ketua Panitia PPDB TP.2022-2023 cabang dinas (Cabdis) Siantar, James Andohar Siahaan melalui Sekretaris PPDB, Kadir M. Dongoran menyebut kuota yang dibuka untuk Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun sebanyak 10.692 kursi untuk calon peserta didik (CPD) Kelas X di seluruh sekolah menengah atas negeri (SMAN) dan sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN).
“Seluruh kuota sudah terpenuhi, PPDB tahap pertama lancar dan memenuhi kuota. Bagi yang gagal, silahkan tahap kedua nanti,untuk jalur nilai raport untuk SMK dan zonasi untuk SMA” kata Dongoran saat ditemui di ruang kerjanya, pada Jumat (3/6/22).
Dongoran mengatakan pengumuman PPDB SMA/SMK sederajat Provinsi Sumatera Utara untuk tahap pertama dilakukan pada Senin 30 Mei 2022 lalu secara online dengan mengakses pada laman http://ppdb.disdik.sumutprov.go.id. Dia menegaskan, keputusan kelulusan tersebut semuanya ditetapkan di Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, bukan oleh pihak sekolah yang dituju.
Dia menuturkan, jika pun ada nanti calon peserta didik yang tidak lolos pada tahap pertama bisa kembali mendaftar di tahap kedua. Pada tahap kedua ini, untuk daerah Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun dilaksanakan pada tanggal 6 sampai dengan 10 Juni 2022.
”Calon peserta didik yang tidak lolos di tahap pertama bisa mengikuti pendaftaran di tahap kedua mulai 6 hingga 10 Juni ini, asalkan peserta didik telah memenuhi syarat,”ucap Dongoran.
Kabarnya, pada saat pengumuman PPDB tahap pertama sempat terjadi gangguan pada link pengumuman?
Dongoran tidak menampik informasi tersebut. Pasalnya seluruh calon peserta didik yang mendaftar di PPDB tahap pertama, sekaligus membuka link tersebut. Jadi, servernya mengalami gangguan, sehingga calon peserta peserta didik (CPD) tadi tidak bisa masuk secara bersamaan.
“Hanya sebentar saja itu terjadi. Jadi, CPD tadi beranggapan link eror sebab dia membuka link tersebut tidak bisa. Sebab yang tadi itu, semua tiba-tiba membuka link secara bersamaan. Beberapa jam kemudian, para CPD sudah bisa mengakses link tadi seperti biasa, tidak ada gangguan lagi sampai saat ini, “jelas dia.
Toni Tambunan.







