Home / Politik

Selasa, 8 September 2020 - 11:22 WIB

Politikus Demokrat Minta Maaf dan Hapus Cuitan ‘Paha Mulus’

Viewer: 503
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 45 Detik

Kompasnasional | Politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana menghapus cuitannya yang menyinggung fisik calon wakil wali kota Tangerang Selatan. Cuitan itu sebelumnya ramai dikritik lantaran dianggap melecehkan calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

“Sehubungan twit pribadi saya mengenai paha mulus cawalkot Tangsel sudah terlanjur viral, dengan ini saya mendelete twit tersebut,” kata Panca lewat akun Twitternya, @panca66, Senin, 7 September 2020. Ia menulis cawalkot alih-alih cawawalkot.

Panca juga meminta maaf atas cuitan itu. Ia beralasan gaya berkomunikasinya di Twitter memang demikian adanya.

“Mohon maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan twit tersebut. Memang gaya saya di Twitter seperti itu. Sekali lagi mohon maaf,” kata Panca.

Sebelumnya, Panca mencuit ihwal ‘paha mulus calon wakil wali kota Tangerang Selatan’. Mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara Said Didu sempat membalas cuitan itu dengan menulis ‘Huzzz – no pict hoax’. Warganet mengaitkan cuitan itu dengan unggahan Rahayu Saraswati di akun Twitter dan Instagramnya sebelum cuitan Panca di hari yang sama.

Baca Juga  Organisasi Sayap Demokrat Desak AHY Mundur

Sara, sapaan Rahayu, mengunggah foto-fotonya berolahraga pagi sebelum mendaftarkan diri ke kantor Komisi Pemilihan Umum Tangerang Selatan. Sara adalah satu-satunya perempuan di antara tiga bakal calon wakil wali kota Tangsel.

Ketika diminta pendapat ihwal banyaknya kritik lantaran dianggap melecehkan, Panca berdalih ia tak menyebut nama siapa pun. Deputi Isu dan Narasi Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat ini juga mengatakan tak akan mengklarifikasi cuitannya.

“Saya enggak nyebut nama kok. Biar aja,” kata Panca pada Sabtu lalu, 5 September 2020.

Baca Juga  Nasdem Sarankan AHY tak Buru-Buru Menuding Pihak Tertentu

Rahayu Saraswati pun telah menyampaikan kekecewaannya pada cuitan politikus yang mengobyektifikasi perempuan. Sara mengatakan saat mendengar adanya cuitan ini, ia langsung menghubungi salah satu dari dua tokoh politik yang memunculkan cuitan tersebut.

Sara mengaku sebenarnya tak terlalu memerhatikan dan tak terlalu memperdulikan hal itu karena aktivitasnya yang padat dalam beberapa hari terakhir. Namun tulisan seorang teman membuatnya berpikir ulang dan merasa bahwa ia telah terprogram untuk menerima objektifikasi dan pelecehan seksual verbal sebagai hal biasa.

“Lalu muncul pertanyaan, apakah akan saya laporkan secara hukum. Sekali lagi, kegiatan sangat padat dan saya fokus sosialisasi kepada masyarakat. Saya sampaikan bahwa akan saya pertimbangkan,” kata mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini.(T/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ketua Umum DPP PPP romahurmuziy tengah

Berita

Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

Politik

Mas AHY, Anda Nggak Pantas Jadi Ketum Demokrat, Marzuki Alie Bilang yang Cocok Banget Mas Ibas

Politik

Kahiyang dan Sandiaga Antar Bobby Nasution Debat Perdana Pilkada Medan

Politik

Survei Poltracking Pilkada Surabaya Dinilai Ada yang Tak Masuk Akal

Politik

Resmi Dukung Gibran, PAN Buat PKS Gigit Jari di Solo

Politik

Amien Rais Diminta Bertaubat Politik dan Berhenti Menghujat Jokowi

Berita

KPU Tetapkan Wagner – Abidiansyah Memenuhi Syarat Jadi Paslon Pilkada Simalungun

Politik

Reshuffle Kabinet sebelum 22 Agustus? Semua Menteri Dilarang Keluar Jakarta