Kompasnasional | Tokoh senior politik Tanah Air, Amien Rais masih tetap ‘garang’ dan tak henti ‘menyerang’ pemerintahan Joko widodo (Jokowi). Ia dalam beberapa kesempatan bahkan selalu mengeluarkan pernyataan agar Jokowi turun dari jabatan presiden.
Reaksi pun bermunculan, termasuk dari DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur. Mereka menyayangkan kritik yang disampaikan Amien terhadap Jokowi yang dinilai menghadirkan ajaran kebencian dan perpecahan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, Dwi Rio Sambodo menyatakan, kritik mantan Ketua MPR tersebut kerap tak menghadirkan keteladanan politik. Apalagi soal pernyataan Amien yang meminta Jokowi lengser.
“Tidak menghadirkan keteladanan politik yang sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa, Pancasila,” kata Dwi, baru-baru ini.
Terlebih, ujar Dwi, kritikan tokoh reformasi tersebut muncul disaat kondisi yang tak tepat. Dimana masyarakat Indonesia saat ini tengah berperang dengan pandemi Covid-19. Pemerintahan Jokowi juga, ujar dia, terus mencari cara terbaik demi rakyat.
“Seharusnya lebih mengutamakan keselamatan bangsa bukan malah menghadirkan ujaran kebencian dan perpecahan,” ujarnya.
“Pak Amien selalu memberikan kritik tidak berdasar ke Presiden Jokowi. Beliau sebaiknya introspeksi, terlebih setelah gagal mengusung kandidatnya di dalam Kongres Partai Amanat Nasional sepertinya Pak Amien kehilangan panggung, terjangkit gejala post power syndrome akut,” papar Dwi.
“Di kalangan internal sendiri kepemimpinannya telah ditolak, Bak pepatah menepuk air didulang terpercik muka sendiri,” sambungnya.
Dwi pun mengingatkan tentang bahaya karma politik akibat perilaku Amien Rais yang sering bertindak selayaknya Sengkuni. Aktivis GMNI tersebut meminta Amien melakukan taubat politik dan berhenti menghujat kepemimpinan.
“Karma politik itu nyata. Sebaiknya Pak Amien kembali pada khittahnya menjalankan tugas seorang ayah,” tandas dia dikutip dari wartaekonomi.co.id, Sabtu, 15 Agustus 2020.
Seperti diketahui, baru-baru ini Amien Rais mengkritik Presiden Jokowi yang telah memimpin Indonesia dalam enam tahun terakhir. Amien menyarankan Jokowi untuk mundur apabila merasa tidak memiliki kompetensi sebagai Presiden. (GN/Red)








