Home / Politik

Selasa, 2 Februari 2021 - 12:25 WIB

Nasdem Sarankan AHY tak Buru-Buru Menuding Pihak Tertentu

Viewer: 498
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

Kompasnasional l Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni menyarankan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak terburu-buru menuding pihak tertentu dalam menanggapi permasalahan di partainya. Ia juga mengusulkan agar masalah tersebut diselesaikan secara internal terlebih dahulu.

Saya rasa, Partai Demokrat terlalu cepat menunjuk pihak lain atau pointing fingers atas urusan partainya sendiri. Menurut saya, sebaiknya urusan internal partai diselesaikan dari internal dulu,” ujar Sahroni lewat keterangan tertulisnya, Selasa (2/2).

Ia menilai, AHY sebagai ketua umum memiliki kuasa dalam menyelesaikan permasalahan di Demokrat. Termasuk sang ayah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai dapat menyelesaikan tudingan kudeta tersebut.

“Mas AHY, Mas Ibas, dan Pak SBY tentunya memiliki power yang sangat tinggi di Partai Demokrat sehingga seharusnya masalah internal seperti ini bisa mereka selesaikan sendiri,” ujar Sahroni.

Baca Juga  Ma'ruf Amin: Pilkada Tetap Lanjut untuk Penuhi Hak Konstitusi Rakyat

Ia menilai, pernyataan dari AHY justru membuka aib internal partai berlambang bintang mercy itu. Kendati demikian, Sahroni menilai permasalahan ini menjadi salah satu ujian bagi AHY sebagai pucuk pimpinan tertinggi di partai.

“Ini justru sangat merugikan Demokrat, karena menunjukkan bahwa PD sedang berada dalam kondisi internal yang tidak baik,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR itu.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, (AHY) mengatakan, saat ini ada pihak yang mengancam Partai Demokrat. Menurut dia, pihak tersebut adalah gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa.

Baca Juga  Reses Ditengah Pandemi, Jamil Zeb Tumori Luncurkan Program Kesejahteraan Masyarakat

Berdasarkan kesaksian dan testimoni dari pihaknya, dia menyebut jika gerakan tersebut melibatkan pejabat penting pemerintahan. Bahkan, secara fungsional ada yang berada di lingkaran kekuasaan terdekat Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, gerakan politik yang bertujuan mengambil alih kekuasaan Demokrat secara inkonstitusional itu bisa terjadi pada partai mana pun. Sehingga, kasus di Demokrat saat ini dinilainya bisa menjadi pembelajaran.

AHY mengeklaim, gerakan tersebut juga telah mendapat dukungan dari pejabat penting dan menteri. “Tentunya, kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” ujar AHY. (R/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

Prof Yusuf Leonard ke SBY: Bapak Mangkrak Indonesia Tak Pantas Ajari Jokowi

Berita

Peduli Kebutuhan Masyarakat, Joneri Sihite Sumbangkan Mobil Ambulance

Politik

MakzulkanJKWBubarkanPDIP Trending, RUU HIP Dituding Ide Megawati

Politik

Dukungan Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024 Mulai Mengalir

Politik

KPU Ogan Ilir Diskualifikasi Calon Bupati Petahana

Politik

Pemuda Muhammadiyah Minta Pembakar Bendera PDIP Diusut Tuntas

Politik

PA 212 Sarankan Prabowo Tak Maju Pilpres 2024, Ini Alasannya

Politik

Wacana Duet Puan-Anies di Pilpres 2024, Direktur IPS: Beda Kolam