Home / Nasional

Minggu, 4 April 2021 - 20:54 WIB

Pola Kelompok Teroris Saat Ini Libatkan Perempuan dan Generasi Milenial

Viewer: 448
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 4 Detik

Kompasnasional l Mantan narapidana terorisme Haris Amir Falah menyebut pola-pola kelompok teroris saat ini mengalami perubahan. Saat aktif di kelompok tersebut hingga ditangkap aparat keamanan terkait latihan militer di Aceh pada 2010, Haris mengungkapkan, kelompok teroris tidak melibatkan anak atau istri mereka. Namun, Haris menyatakan, kelompok teroris saat ini melibatkan kaum perempuan dan generasi milenial.

“Sekarang itu trennya adalah wanita. Bahkan dari temuan saya di lapangan itu, justru wanita itu lebih miltan daripada laki-laki,” kata Haris.

Diketahui, serangan teror bom bunuh diri di Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021) melibatkan pasangan suami istri. Sementara, serangan ke Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) dilakukan seorang wanita.

Haris mengatakan, saat ini kebanyakan justru sang istri yang mengajak suami untuk terlibat dalam kegiatan kelompok radikal dan teroris. Bahkan, salah seorang rekan Haris ditinggalkan sang istri lantaran tidak ingin masuk dalam kelompok tersebut.

Baca Juga  Reaksi Anies Baswedan Dengar Curhat Bang Yos yang Kewalahan Mengatur Becak

“Ada teman saya di Jakarta selatan itu ditinggal istrinya hijrah karena dianggap dia kafir tidak mau ikut JAD (Jamaah Ansharud Daulah). Jadi memang ini luar biasa munculnya wanita. Yang terakhir begitu nekatnya di Mabes Polri,” kata Haris.

Tak hanya melibatkan perempuan, kelompok-kelompok teroris berupaya merekrut generasi milenial. Bom bunuh diri di Katedral melibatkan pelaku berusia 26 tahun, demikian juga dengan penyerang Mabes Polri yang masih berusia 25 tahun.

Haris mengaku direkrut saat masih duduk di bangku SMA. Dijelaskan, generasi muda rentan untuk disusupi ideologi radikalisme. Hal ini mengingat usia muda sedang berupaya mencari jati diri. Upaya mencari jati diri ini kemudian bertemu dengan doktrin-doktrin kelompok radikal yang dianggap dapat menyalurkan keinginan generasi muda.

“Ini sampai sekarang. Kalau kita lihat, anak-anak muda itu sangat luar biasa yang direkrut. Saya tiga hari yang lalu juga datang ke Lapas Gunung Sindur itu sebagian yang keluar yang kita dialog itu rata-rata umurnya 22 tahun, paling tua itu 25-26 tahun,” katanya.

Baca Juga  Polisi Tetapkan 2 Tersangka Penyeludup 16 TKI Ilegal ke Malaysia

Sasaran merekrut generasi muda seakan difasilitasi dengan kemajuan teknologi. Kelompok-kelompok teroris dapat merekrut tanpa harus bertatap muka.

“Sekarang itu karena teknologi udah canggih, orang itu bisa direkrut tanpa bertemu muka. Mereka bisa aktif berdialog dibina lewat medsos,” ucap Haris.

Dalam kesempatan ini, Haris menyatakan, aksi teror yang terjadi sepekan terakhir menunjukkan paham radikalisme masih masif menyebar di masyarakat.

Paham radikalisme dan aksi teror tersebut, kata Haris bukan bagian dari ajaran agama manapun, termasuk Islam. Untuk itu, Haris menegaskan melawan terorisme dan radikalisme bukan melawan agama.

“Kita harus punya kesepakatan untuk memberantas ini semua karena daya rusaknya sangat luar biasa. Saya secara pribadi pernah mengalami itu,” tegas Haris. (BS/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Komentar Anies Usai Video Dirinya Viral Saat Dicegah Dampingi Jokowi ke Podium Piala Presiden 2018

Arsip

Produk Kopi RI Laku Rp 275 M di Amerika Serikat

Berita

KPK imbau pejabat baru agar segera lapor harta kekayaan

Berita

Gempa 7 M Guncang Lombok, Warga Mengungsi ke Sawah dan Tanah Lapang

Arsip

SMP Negeri 2 Lolofitu Moi Adakan Lomba Pidato Bahasa Inggris

Berita

Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya Kunjungi Desa Tertinggal di Papua

Berita

Timnas U-16 Juara,Setelah Taklukkan Thailand

Arsip

Ibu Saeni Sanggup “Tipu” Jokowi Presiden Negara Republik Indonesia