KOMPASNASIONAL.COM
Sidimpuan – Heboh LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender) ternyata dimanfaatkan pemilik produk kecantikan merek JA untuk mempromosikan produknya di Kota Padangsidimpuan, Sumut.
Perusahaan ini menjadi sponsor utama dalam Pesta LGBT, ‘Kontes dan Fashion Show’ pria transgender (waria). Kamis (25/2/2016), acara haram itu digelar di Gedung Nasional Adam Malik, Jalan Serma Liang Kasong, akhir pekan lalu.
Gawatnya acara ini luput dari pantauan Pemko Padangsidimpuan dan tokoh agama, sehingga berlangsung dengan sukses. Acara ini tak gratis, para waria dikenakan biaya pendaftaran Rp 200 ribu dengan hadiah utama sebesar Rp 2 juta.
Selain fashion show, kontes waria yang digelar antara lain, pop singer dan modern dance.
“Acara ini digelar secara tertutup, hanya kalangan tertentu yang bisa masuk. Pesertanya banyak juga yang datang dari luar Sidimpuan,” kata seorang waria peserta acara itu yang minta namanya tak disebut.
Sejauh ini belum ada penjelasan dari Pemko Padangsidimpuan mengapa pesta LGBT bisa digelar di gedung milik pemerintah daerah itu. Sementara Kabag Ops Polres Kota Padangsidimpuan, Kompol Winter Time Simanjuntak mengatakan, pihaknya tak mengeluarkan izin keramaian atau pengamanan acara itu.
Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan, H Zulfan Efendi Hasibuan, sangat menyesalkan acara itu dibiarkan berlangsung. Selain bertentangan dengan agama, acara itu juga bertentangan dengan adat istiadat masyarakat setempat.
“Acaranya sudah berlangsung, tidak ada yang tahu. Sangat disesalkan kenapa pemerintah memberi izin tempat. Seharusnya pemerintah memberikan pendidikan dan pencerahan, bukan malah mendukung kegiatan LGBT, sangat tidak pantas dan dilarang di Agama melanggar adat-istiadat kita,” ujarnya. (kn/msc)








