Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal

Kamis, 25 Februari 2016 - 09:02 WIB

Pesta LGBT di Sidimpuan Malah Difasilitasi Pemerintah. Parah Kali Bah

Viewer: 1096
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 14 Detik

KOMPASNASIONAL.COM

Sidimpuan – Heboh LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender) ternyata dimanfaatkan pemilik produk kecantikan merek JA untuk mempromosikan produknya di Kota Padangsidimpuan, Sumut.

Perusahaan ini menjadi sponsor utama dalam Pesta LGBT, ‘Kontes dan Fashion Show’ pria transgender (waria). Kamis (25/2/2016), acara haram itu digelar di Gedung Nasional Adam Malik, Jalan Serma Liang Kasong, akhir pekan lalu.

Gawatnya acara ini luput dari pantauan Pemko Padangsidimpuan dan tokoh agama, sehingga berlangsung dengan sukses. Acara ini tak gratis, para waria dikenakan biaya pendaftaran Rp 200 ribu dengan hadiah utama sebesar Rp 2 juta.

Baca Juga  Arab Saudi Gagalkan Serangan Teror, Dua Orang Tewas

Selain fashion show, kontes waria yang digelar antara lain, pop singer dan modern dance.

“Acara ini digelar secara tertutup, hanya kalangan tertentu yang bisa masuk. Pesertanya banyak juga yang datang dari luar Sidimpuan,” kata seorang waria peserta acara itu yang minta namanya tak disebut.

Sejauh ini belum ada penjelasan dari Pemko Padangsidimpuan mengapa pesta LGBT bisa digelar di gedung milik pemerintah daerah itu. Sementara Kabag Ops Polres Kota Padangsidimpuan, Kompol Winter Time Simanjuntak mengatakan, pihaknya tak mengeluarkan izin keramaian atau pengamanan acara itu.

Baca Juga  Tangkap 3 Pelaku Togel, Perwira Polresta Siantar ‘Bungkam’

Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan, H Zulfan Efendi Hasibuan, sangat menyesalkan acara itu dibiarkan berlangsung. Selain bertentangan dengan agama, acara itu juga bertentangan dengan adat istiadat masyarakat setempat.

“Acaranya sudah berlangsung, tidak ada yang tahu. Sangat disesalkan kenapa pemerintah memberi izin tempat. Seharusnya pemerintah memberikan pendidikan dan pencerahan, bukan malah mendukung kegiatan LGBT, sangat tidak pantas dan dilarang di Agama melanggar adat-istiadat kita,” ujarnya. (kn/msc)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kriminal

Polda Jatim Mengungkap Kasus Besar, Barang Bukti Uang Bertumpuk-tumpuk

Kriminal

Racuni 25 Siswa TK, Guru di China Dihukum Mati

Arsip

Serangan Bom Bunuh Diri di Sekolah Polisi Pakistan, 59 Orang Tewas

Arsip

Mendikbud : “Siswa Jangan Diberikan PR Matematika”

Arsip

Calon Paskibra Tanah Bumbu Dikarantina
Annisa Meregang Nyawa Terpental dari Motor saat Mengejar Penjambret-KompasNasional

Arsip

Annisa Meregang Nyawa Terpental dari Motor saat Mengejar Penjambret

Arsip

Liga Champions, Ajang Pembuktian Diri Eden Hazard!
Risty Tagor Ngaku Sedih: Sampai Kapan "Sinetron" Ini Berakhir-KompasNasional

Arsip

Risty Tagor Ngaku Sedih: Sampai Kapan “Sinetron” Ini Berakhir