
HALSEL – KOMPAS NASIONAL | Penataan birokrasi dalam program kerja 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halamahera Selatan, Hi Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman – Bassam) perlu di acungi jempol. Dalam 17 hari pemerintahan Usman-Bassam telah mencopot beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Diantaranya Kadis DPM PTSP Nasir Koda sekaligus dengan pencopotan sekertaris DPM PTSP karena terlibat langsung dalam politik praktis saat pilkada 2020 lalu, bahkan di salah satu media mengabarkan bahwa Nasir Koda menantang bupati Usman Sidik untuk mencopot dirinya.
Pernyataan Nasir Koda di media itu karena dirinya telah mengikuti serangkaian proses PIM II. Sementara Sekertaris Ishar kedapatan mengantar mandat saksi saat pemilihan 9 Desember 2020.
Selain Kadis dan Sekertaris DPM PTSP. Kepala Inspektorat Daud Jubedi dan Kepala Kesbanpol Mariyanto Ilyas yang sebelumnya menjadi sasaran bidik Usman Sidik dan Hasan Ali Basam kasuba, langsung mengundurkan diri.
Bukan hanya sejumlah kepala SKPD yang di copot, namun beberapa camat juga di copot saat Bupati Usman Sidik melakukan inspeksi mendadak atau sidak.
Diantaranya Camat Botang Lomang Fadli Salim, Camat Kayoa M Fajri Awali, Sekertaris Kecamatan Kayoa Munjir Ayat.
Bahkan Bupti juga mengistruksikan kepada Kepala Badan Kepegawaian untuk mengecek setiap pejabat yang di mutasikan di tempat baru.
“Semua pegawai yang dimutasikan lalu tidak berkantor selama 3 hari maka gaji mereka di tahan, jika 48 hari tidak bertugas maka usulkan pemecatan dari ASN,” tegas Bupati beberapa waktu lalau.
Selain itu, 3 kepala Desa Defenitif juga di copot karena melakukan penyelewengan Dana Desa dan lalai dalam tugas karena meninggalkan Desa dengan waktu yang lama. Kepala Desa yang dicopt diantaranya Kades Mano Fahrudin La Macia, Kades Koititi Musli Marasabessy dan Kades Loleo Mekar Sukri Kader.
Sementara, ada beberapa Desa yang di jabat Karteker juga di copot dan di gantikan pejabat baru yakni Kades Doro Gane Barat, Kades Tawa Kasiruta, Kades tawa Bacan Timur Tengah, Kades Gumira dan Kades Moloku Kecamatan Gane Barat Utara.
Kepada awak media Usman Sidik sering mengatakan bahwa dalam program 100 hari kerja, dirinya bersama wakil Buapati Hasan Ali Bassam Kasuba memprioritaskan penataan birokrasi.
Bahkan kata Bupati, pencopotan sejumlah pejabat bertujuan memperbaiki birokrasi dan menerapkan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara di lingkup pemerintahan kabupaten Halmahera Selatan.
Selain menata birokrasi, Usman Sidik juga menegaskan bahwa kepemimpinan Usman-Bassam tidak pandang buluh, baginya dalam pemerintahan tidak ada kawan dan lawan semua kerja demi kepentingan rakyat.
“Tidak ada kawan dan lawan, kalau bagus saya pertahankan tidak bagus saya copot,” tegas Bupati Usman Sidik di hadapan awak media, Kamis (11/6/2021) paska penertiban kendaraan milk pemerintah Daerah.
(FIK)







