Home / Berita / Nasional

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 12:40 WIB

Peralihan Musim, BMKG Imbau Masyarakat waspadai Angin Besar

Ilustrasi. (Agung Rajasa)

Ilustrasi. (Agung Rajasa)

Viewer: 612
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 0 Detik
Jakarta, Kompasnasional.com Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap peralihan musim kemarau ke hujan yang sedang terjadi sekarang ini. Kewaspadaan mereka minta diberikan terhadap adanya potensi angin besar, kuat dan berbahaya.

Ilustrasi. (Agung Rajasa)

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo mengatakan menjelang peralihan musim atau transisi seperti sekarang ini, potensi terjadinya angin besar menjelang hujan besar. Angin besar tersebut berpotensi membahayakan.

Angin tersebut bisa mematahkan ranting, merobohkan pohon, dan menerbangkan baliho. “Sebetulnya sekarang kalau dibilang sudah memasuki musim hujan belum. Kondisinya baru mengarah dari musim kemarau ke hujan. Tapi justru awal ini kecenderungannya hujan lebat dalam jangka waktu tidak panjang. Sebelum hujan biasanya diawali hembusan angin kuat,” katanya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (27/10).

Mulyono menambahkan imbauan kewaspadaan ia sampaikan terutama kepada masyarakat di kawasan barat Indonesia, khususnya DKI Jakarta. Menurutnya, peningkatan curah hujan pada awal musim penghujan tahun ini diperkirakan akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesian bagian barat.

Potensi peningkatan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, adanya sirkulasi siklonik di sekitar Sumatera yang menyebabkan terjadinya konsentrasi massa udara di wilayah tersebut.

Konsentrasi massa udara ini menyebabkan kondisi udara yang relatif lebih lembab sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan. Diperkirakan keadaan itu akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.

Sejumlah wilayah di Indonesia barat diprediksi akan mengalami hujan lebat pada 26-28 Oktober 2018. Wilayah tersebut, di antaranya; Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Riau, Sumatra Selatan, Bangka, Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tengah.

Sedangkan Wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 29-31 Oktober 2018, antara lain; Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Papua.

Mulyono mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati atas dampak yang dapat ditimbulkan hujan tersebut, seperti; banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

“Khusus untuk Jakarta yang banyak tertutup beton, saat sudah masuk musim hujan, wilayah yang tak tertutup beton akan banyak mendapat limpahan air hujan, masyarakat yang tinggal di di daerah yang biasa jadi lintasan air itu harus hati-hati seperti yang tinggal di bantaran sungai. Jangan lupa juga bersihkan gorong-gorong karena suka menghambat jalannya air,” pungkasnya.(CnnIndo/AW)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  Dengan Ditetapkannya PPKM Darurat, Satgas Covid-19 Provinsi Kalbar Gelar Rapat Koordinasi PPKM Darurat Di Wilayah Hukum Provinsi Kalbar

Share :

Baca Juga

Berita

Gempa Kembali Guncang Lombok dengan Kekuatan 4,8 SR di Wilayah Lombok Timur

Berita

Lima Bocah di Pontianak Cabuli Anak Perempuan Usia Enam Tahun

Berita

Kerjasama Dengan PT.Cipta Futura, SMKN 2 Pematangsiantar Gelar BKK

Berita

Lestarikan Corak Insang, Dekranasda Pontianak Gelar Lomba Desain Motif 

Berita

Jusuf Hamka Ultimatum Stafsus Menkeu Minta Maaf Paling Telat 20 Juni

Berita

Kepsek SMK Negeri 2 Berkilah Orang Tua Datang Langsung Daftar PPDB ke Sekolah Akibat Server Lelet

Berita

Pimpin Anev Kinerja Bulanan, Kapolres Kapuas Hulu Bahas Upaya penanggulangan Covid-19 dan Sispam Mako

Berita

Gibran soal Nasdem-PKB Merapat: Rangkul Semua, Nggak Ada yang Ditinggal